Aksi Band Cilik dari Depok

Penulis: (Suryani Wandari/M-1) Pada: Minggu, 31 Des 2017, 03:31 WIB MI Anak
Aksi Band Cilik dari Depok

MI/WANDARI

DUA stik drum itu dipukul keras, menghasilkan irama yang berapdu dengan melodi dari piano. Ada pula bellyra yang mengiringi tujuh vokalis yang bergantian menyanyikan 10 lagu. Di Universitas Indonesia Islamic Book Fair, Kamis (28/12), penonton bukan hanya
menikmati, melainkan juga terkagumkagum melihat penampilan Band Cilik SD Negeri Mampang 3 Depok, Jawa Barat. Ya, mereka masih belia dan duduk di kelas 6, tetapi sudah piawai menampilkan suguhan musik bagi banyak orang. Penasaran, kan?

20 personel band
“Awalnya deg-degan, tapi kelamaan jadi enjoy dan senang bisa menghibur pengunjung UI Islamic Book Fair,” kata Amanda, sang vokalis. Amanda bukan satu-satunya yang merasakan hal itu. Ada pula Zahra, Andien, Ardi, dan 16 orang lainnya yang mengaku grogi. Ada 10 lagu yang mereka bawakan, di antaranya dari Wali berjudul Tobat Maksiat dan lagu Ungu, Dengan Napasmu. Ada pula lagu daerah seperti Bubuy Bulan dari Jawa Barat dan Huhate dari Maluku. “Kami memilih lagu-lagu itu karena kami suka,” kata Amanda. Kepiawaian mereka memainkan alat musik tak lepas dari Pak Mamun, guru SDN Mampang 3 Depok, yang membimbing sejak kelas 4 SD. “Mereka baru mengenal alat musik baru-baru ini, tak ada yang kursus musik sebelumnya,” kata Pak Mamun. Hal itu pun dibenarkan Zahra, vokalis yang belajar bernyanyi dari Youtube di gawainya. “Aku belajar nyanyi autodidak, sering kali aku pun melihat kover lagu para Youtubers,” kata Zahra.

Autodidak
Pelajaran musik, khususnya band, dipelajari pada ekstrakurikuler yang bisa diikuti sejak kelas 4 hingga kelas 6. Dikelas 4, diajarkandasar musik, bertahap hingga kelas 5.“Belajar main drum itu agak susah, apalagikalau temponya cepat. Namun, akusenang dan terus berlatih agar jadi pemainband yang keren,” kata Kaira, sang drumer.Selain drum sebagai penentu tempo,alat musik yang biasa mereka gunakan diantaranya piano, bellyra sebagai melodi,dan gitar bas.“Gitar melodi belum ada yang bisa memainkan, makanya diganti piano dan bellyra,” kata Pak Mahmud. Kaira pun mengaku bersama teman sekelasnya ia biasa memimpin band bermain saat upacara Senin, hari-hari besar nasional maupun keagamaan, bahkan diundang ke hajatan wali murid. Wih keren,
kan, sobat? (Suryani Wandari/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More