Dongeng di Mal Seru!

Penulis: IIS ZATNIKA iis@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 31 Des 2017, 02:31 WIB MI Anak
Dongeng di Mal Seru!

DOK NIVEA

PETA Indonesia itu terbentang di dinding dengan latar belakang biru. Bukan cuma ukurannya yang besar yang membuat gambaran nusantara, mulai Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga pulau-pulau lainnya itu istimewa, melainkan juga bahan pembuatnya. Pulau-pulau itu disusun dari kemasan Nivea Creme yang disusun rapi. Ada pulasan cat warna-warni di atasnya hingga ketika telah menjadi peta, tampak indah. Anak-anak TK di Jabodetabek yang melukis kaleng-kaleng berbentuk lingkaran itu. Mereka diajak berkarya sambil menyimak cerita seru dari Paman Gery dan Bubu Mini, dua pendongeng yang tersohor dan rutin siaran di stasiun radio swasta.

Selama sepekan, mulai Senin (27/11) hingga Minggu (3/12), peta karya mereka bisa dijelajahi di Main Atrium Senayan City, Jakarta, pada acara Big Bang Event dalam rangkaian peluncuran Nivea Creme Special Edition untuk merayakan Hari Ibu pada 22 Desember lalu.

Peta dan dongeng di Main Atrium
Paman Gery dan Bubu Mini pun membagikan keseruan di Main Atrium. Ada tiga cerita yang mereka bawakan dengan berbagai kostum serta diselingi lagu-lagu yang riang. Ada cerita berjudul Bimbim dan Kebun Bunga Rahasianya, Ayu sang Idola Hutan, dan Koko Rangkong yang Pandai Mengayun yang dibawakan di depan anak-anak yang sengaja datang ke acara itu maupun pengunjung yang kebetulan tengah menjelajah mal. Seru, ya, di tengah mal kita bisa menikmati dongeng dan belajar banyak dari kisah-kisah yang dibawakan. Kisah tentang Koko, yang dibawakan Paman Gery pada Minggu (3/12), bercerita tentang burung rangkong kecil yang sering terjatuh. Akan tetapi, ia tetap giat belajar dan memberanikan diri untuk terus mengepakkan sayapnya agar dapat terbang tinggi ke awan.

Tunjuk pulaunya!
“Alkisah, hiduplah seekor burung rangkong. Asalnya dari hutan tropis di Pulau Kalimantan dan kalau sudah besar ukurannya bisa mencapai 90-110 cm. Paruhnya seperti tanduk badak, sedangkan warna ujung paruhnya putih dan tampak agak kuning kemerah-merahan di bagian depan dan atas matanya. Adik-adik, siapa yang tahu letak Pulau Kalimantan? Di belakang sana ada peta besar, coba adik-adik yang tahu, tunjukkan letaknya,” seru Paman Gery membuka cerita. Mendengarseruan itu, sobat Medi segera bergegas dari tempat duduk kemudian berlari ke arah peta dari tutup kaleng itu. Susulmenyusul sobat Medi berlarian bersama lainnya agar dapat menjadi yang pertama menunjukkan salah satu pulau terbesar di Nusantara itu.

Koko, lanjut Paman Gery dan Bubu Mini, keduanya pendongeng yang juga pembawa acara dan pemain fi lm itu, suatu hari terjatuh dari sarangnya. Koko kemudian diselamatkan Lala, seorang gadis, dan monyet bernama Wowow. Setelah sekian lama, kata Paman Gery yang nama aslinya Gery Puraatmadja, Koko tetap saja tak bisa terbang menggunakan sayapnya. Malah, ia meniru Wowow yang biasa bergelantungan di pohon. Akibatnya, Koko kembali terjatuh dari pohon hingga suatu hari ia kembali mencoba terbang.

Rajawali berbagi ilmu terbang
Saat Koko terbang, bertemulah ia dengan burung rajawali yang tampak gagah dengan kepakan sayapnya. “Koko, kamu itu adalah burung, makanya kamu harus belajar terbang,” kata Paman Gery sambil memperagakan sang rajawali. Kata Bubu Mini, Koko awalnya ketakutan ketika rajawali melatihnya terbang dari atas gunung. Namun, rajawali tetap mendorong Koko agar giat berlatih mengepakan sayapnya hingga akhirnya Koko pun dapat mengangkasa.“Lihat Wowow, Koko terbang bersama Pak Rajawali,” seru Bubu Mini, panggilan sayang buat pemain fi lm Cut Mini, menirukan suara Lala kepada Wowow. Setelah sekian lama berlatih, Koko akhirnya kian pintar terbang, mengepakkan sayapnya dan terbang semakin tinggi di udara. “Adik-adik, itulah cerita kita hari ini. Koko adalah seekor burung rangkong yang seharusnya berani terbang dan itu ia buktikan dengan belajar. Koko ini mirip dengan anakanak Indonesia. Ia rajin belajar, hebat, dan pintar!” kata Paman Gery. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More