Bukan Bioskop Biasa

Penulis: FOTO DAN TEKS:MI/ARYA MANGGALA Pada: Minggu, 31 Des 2017, 02:01 WIB Foto
Bukan Bioskop Biasa

MI/ARYA MANGGALA


“INI adegannya lagi di halaman sekolah. Pas masuk gerbang ketemu gurunya lalu mengobrol. Kalau yang ini sekarang ada di Pasar Gede,” bisik seorang penonton kepada orang di sebelahnya. Di bioskop biasa, hal tersebut bisa segera membuat kesal penonton lainnya atau hingga berbalas teguran untuk hening. Namun, di bioskop yang terletak di Paviliun 28 di Jalan Petogogan 28, Jakarta Selatan, suasananya berbeda. Suara bisik-bisik jadi hal lumrah di sana. Blind Date Cinema, demikian nama program bioskop itu, memang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra. Agar mereka dapat menikmati tayangan, tiap seorang atau dua orang penyandang tunanetra didampingi satu relawan pembisik yang bertanggung jawab mendeskripsikan suasana adegan fi lm yang diputar.

Meski terdengar ganjil, para penyandang tunanetra tampak menikmati program itu. Raut wajah mereka menggambarkan imajinasi yang tersampaikan dengan baik. Senyum dan tawa mereka seiring adegan bahagia dan sebaliknya, sendu kala adegan sedih. “Saya tadi dibisiki sama Mbak Nilam. Ehm, bagus sih. Saya bisa mengambil kesimpulan dari fi lm ini. Apa, ya, kita itu saling percaya dan pasti keajaiban itu pasti ada,” kata Abrar, salah satu penyandang tunanetra yang kala itu bergabung menonton film drama Miracle: Jatuh dari Surga. Sebanyak sembilan penonton tunanetra dan 18 relawan ikut dalam acara Blind Date Cinema hari itu. Dengan jumlah relawan yang lebih banyak, satu penonton tunanetra akan dibisiki dua relawan secara bergantian.

Nia, Manajer Operasional Paviliun 28, menjelaskan program tersebut merupakan cara berbagi dengan sahabat-sahabat tunanetra. Namun, program tersebut tidak dilangsungkan tiap hari, tetapi pada minggu kedua setiap bulan. Nia berharap program ini akan terus berkelanjutan dan tempat lain pun memberi ruang yang lebih luas kepada para penyandang tunanetra. (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More