Tak Peduli Punah asalkan Bisa Gaet Pelanggan

Penulis: Anastasia Arvirianty/I-4 Pada: Sabtu, 30 Des 2017, 05:01 WIB Features
Tak Peduli Punah asalkan Bisa Gaet Pelanggan

AFP PHOTO / Gent SHKULLAKU

BURUNG elang menjadi simbol negara yang dipakai Albania. Namun, tragis! Unggas pemakan daging itu tidak lama lagi hanya akan dapat ditemui di bendera negara itu. Pasalnya, burung yang dikenal kuat dan gagah itu kini terancam punah. Aksi perburuan secara luas dan merajalela yang menghabisi populasi unggas langka tersebut. Bila menyambangi negara Balkan itu, di tepi jalan raya nasional yang berjarak 30 kilometer sebelah utara ibu kota Tirana, seorang pedagang akan menawarkan burung dengung atau buzzard ke para pengendara yang melintas.

Dia memasang harga sebesar 55 sampai 85 euro per ekor. Padahal, burung dengung termasuk spesies yang dilindungi seperti halnya elang emas. Pedagang itu tidak peduli. Dia bahkan dengan gigih memamerkan dagangannya meski dengan kondisi sayap yang terluka akibat terjangan peluru. Lebih menyedihkan, cakar-cakarnya diikat kuat untuk membungkam unggas langka itu. “Saya tidak membeli burung ini. Ada yang meminta saya untuk menjualnya. Kalau ada pembeli yang tertarik, tentu dia akan menyimpan burung ini dalam sangkar di bar atau restoran mereka,” katanya.

Bagi para pencinta unggas di Albania sudah lama mereka menyadari adanya ancaman kepunahan terhadap berbagai spesies burung di negara itu. Penulis panduan burung pertama di Albania, Mirjan Topi, menyebut dari empat spesies burung pemakan bangkai yang pernah ada di Albania, hanya satu, yaitu burung nasar mesir yang tersisa. “Itu pun populasinya sudah sangat berkurang,” kata Topi.

Demikian pula jumlah populasi elang emas semakin menyusut. Padahal, burung itu menjadi simbol di bendera nasional Albania. Pada bendera negara Balkan itu, terdapat gambar elang emas berkepala dua. Menurut para ahli, 25 tahun lalu, sekitar 200 pasang elang emas hidup bebas di alam Albania. Namun, kini jumlahnya tinggal separuh. “Sebuah penurunan yang dramatis,” cetus Topi.

Untuk hiasan
Perburuan burung secara besar-besaran di Albania hanya untuk dijadikan hiasan interior di kafe, bar, dan restoran. Para pemilik usaha rumah makan di sana berupaya menarik pelanggan dengan mempertontonkan unggas langka. Seperti di selatan Orikum, seorang pria berusia 50-an yang mengaku bernama Petrit, dengan bangga memperlihatkan seekor elang yang dia beli seharga 400 euro. Dia memajang elang itu di barnya persis di samping bendera nasional Albania. Pemerintah Albania telah mengancam akan menutup barnya jika dia terus memamerkan elang itu, tapi Petrit tidak khawatir.

“Saya siap membayar denda, yang penting saya tetap bisa menyimpannya.” Hal yang sama terjadi di tempat perburuan di pegunungan Prenish, sepanjang perbatasan dengan Macedonia. Di sana seorang pemburu, Edmond, tidak merasa khawatir saat tepergok membawa dua ekor buzzard yang baru dia tembak. Pria berusia 35 tahun itu menjelaskan berencana memakai kedua burung itu sebagai hiasan di barnya agar mendapatkan lebih banyak pelanggan. (AFP/ Anastasia Arvirianty/I-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More