Pak Sandiaga, Kami enggak Butuh Kata Sabar

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Kamis, 28 Des 2017, 10:18 WIB Megapolitan
Pak Sandiaga, Kami enggak Butuh Kata Sabar

Pedagang kaki lima (PKL) menyiapkan dagangan di lokasi binaan Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh, Jakarta, pekan lalu---MI/Arya Manggala

PARA pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, yang menjadi binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kecewa karena perhatian tidak kunjung tiba.

Saban hari mereka gigit jari karena barang dagangan kalah saing dengan PKL liar yang masih berjualan bebas di seputaran kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

“Pak Sandiaga (Wakil Gubernur DKI) cuma ngomong sabar... sabar... sabar. Kami enggak butuh kata sabar. Kami butuh realisasi penataan,” papar Hata, 56, salah satu pedagang Jalan Cengkeh, kemarin.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada 20 Desember 2017 berjanji akan menata ulang PKL untuk memberdayakan pedagang di lokasi binaan (lokbin) Jalan Cengkeh. Janji itu akan direalisasikan setelah penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Penataan Tanah Abang sudah tuntas pekan lalu dengan memberikan satu jalur jalan kepada PKL, jalur satunya lagi buat bus Trans-Jakarta.

“Tanah Abang itu cuma politik. Ini baru pertama kali kejadian di Indonesia, PKL diresmikan yang lokasinya di jalan umum. Kami yang di Jalan Cengkeh cuma dikasih bahasa sabar,” ujar pedagang yang biasa disapa Kobra itu.

Saat berkunjung ke lokasi binaan Jalan Cengkeh, Kobra mengungkapkan Sandiaga tidak membuka ruang dialog. Dia hanya mempromosikan kaus OK-OCE. “Datang cuma 15 menit, bilang sabar... sabar... habis itu pulang,” imbuhnya.

Dari 456 kios pedagang, saat ini hanya tersisa puluhan lantaran sepi pengunjung. Cobra meminta ada solusi konkret yang bisa segera direalisasikan Pemprov DKI. “Pedagang enggak betah lagi karena pengunjung semakin sepi,” harapnya.

Cahya, 41, pedagang lainnya, merasa nasib mereka akan lebih baik jika Pemprov DKI tegas terhadap PKL liar yang berjualan di luar lokbin seperti Jalan Lada, Jalan Kunir, dan Jalan Pos. Ia meminta PKL liar itu ditertibkan.

“Waktu Gubernur Ahok kan ditertibkan. Sekarang mereka balik lagi dan bebas berjualan. Peraturan harus tegas apalagi kami ini binaan malah kalah saing. Jangan sampai terjadi seperti di Tanah Abang, jalan ditutup buat PKL, pedagang resminya kesepian,” kritiknya.

Janji promo
Cahya juga menagih janji Pemprov DKI yang akan mempromosikan PKL Cengkeh. Sejauh ini, menurut pedagang yang sudah lima tahun berjualan di Kota Tua itu, ia tidak pernah mendengar iklan agar pengunjung datang ke lokbin.

“Janjinya akan menggelar panggung musik budaya setiap Sabtu dan Minggu. Di sini, Sabtu Minggu sepi, enggak ada acara apa-apa. Mana janjimu?” cetusnya.

Janji akan diadakan panggung pertunjukan disampaikan Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan Jakarta Barat Nuraini Silviana pada 25 September 2017.

“Setiap Sabtu dan Minggu akan diisi hiburan oleh Sudin Pariwisata dan Budaya. Pertunjukan akan difokuskan pada malam hari,” cetus Nuraini waktu itu. Sudah tiga bulan lebih berlalu tetapi janji itu tinggal janji, sedangkan pedagang semakin frustrasi. (J-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More