PDIP Deklarasi Cagub NTT 10 Januari

Penulis: Ant/P-5 Pada: Kamis, 28 Des 2017, 09:19 WIB Politik dan Hukum
PDIP Deklarasi Cagub NTT 10 Januari

Gubernur NTT Frans Lebu Raya -- MI/PALCE AMALO

KETUA DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, mengatakan deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae-Emilia Nomleni, dijadwalkan dilakukan pada 10 Januari 2018.

"Pada 8 Januari, kami akan melaksanakan rakerdasus dan pada 10 Januari dilanjutkan dengan deklarasi paket MS-EN sekaligus langsung didaftarkan ke KPU," kata Lebu Raya di Kupang, kemarin.

Hal itu dikemukakan sebelum menggelar pertemuan dengan partai koalisi untuk membahas tekad memenangkan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT dan pilkada di sepuluh kabupaten. Menurut Lebu Raya, hal yang paling penting dilakukan ialah rapat kerja daerah khusus (rakerdasus) sebagai bagian dari upaya menyatukan pemahaman seluruh kader dalam memenangi pilgub dan pilkada.

Gubernur NTT dua periode itu menambahkan bahwa seluruh kader partai saat ini solid untuk memenangkan paket yang sudah ditetapkan Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) PDIP tersebut.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa, menjelaskan agenda rapat kerja daerah khusus nantinya ialah penyampaian surat keputusan DPP PDIP ke seluruh jajaran partai. Selain itu, mereka juga akan memantapkan strategi partai jelang Pilkada NTT 2018.

"Kita juga akan membahas soal persiapan deklarasi dan tim pemenangan atau tim kampanye paket Marianus-Emi Nomleni," katanya.

Dia menambahkan, setelah DPP memutuskan paket yang diusung PDIP, DPD PDIP NTT akan menindaklanjuti keputusan tersebut. "Kita akan tindak lanjuti SK DPP dengan menggelar rakerdasus sebelum deklarasi paket yang kami usung," tambah Yunus.

PDIP resmi mengusung pasangan Marinus Sae-Emilia J Nomleni dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More