Sinabung Karo Jazz Internasional Angkat Kearifan Lokal di Tengah Erupsi

Penulis: Puji Santoso Pada: Rabu, 27 Des 2017, 20:46 WIB Hiburan
Sinabung Karo Jazz Internasional Angkat Kearifan Lokal di Tengah Erupsi

MI/Puji Santoso

"MEJUAH juah. Selamat pagi." Itulah ucapan yang pertama sekali diucapkan Eva Maria Mansi Mateo, vokalis salah satu grup jazz asal Spanyol. Dia tidak pernah menyangka akhirnya hadir melihat keindahan Danau Toba dari puncak ketinggian Taman Simalem Resort.

Sebagai seniman, Eva sangat mengagumi betapa Kabupaten Karo ternyata menyimpan secuil keindahan surga dunia. Menurutnya, keindahan seperti ini hampir tidak pernah ditemuinya di belahan dunia lain yang pernah dia dan grupnya kunjungi.

Rabu (27/12), melalui Sinabung Karo Jazz Internasional, Eva bersama dua anggota grup Morethanjazz, yakni rekan senegaranya Fernando Albero Domenech (terompet) dan rekannya asal Inggris Noel Honey (pianis) mengaku baru pertama sekali menginjakkan kaki mereka di Karo.

Selama ini mereka hanya mengetahui kalau Karo sangat identik dengan bencana erupsi Gunung Sinabung yang sampai kini masih terus aktif dan tidak pernah diketahui kapan berakhir.

"Misi kami kemari adalah bermusik. Namun, melihat senyum dan keindahan Danau Toba di Karo, mungkin ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menjadikannya sebagai karya musik jazz yang akan kami ciptakan di negara kami," kata Eva Maria yang didampingi penerjemahnya Advent Tarigan, pemuda asal Karo yang bermukim di Surakarta, Jawa Tengah.

Sedikitnya enam lagu berbahasa Spanyol, Inggris, dan lagu Karo, mereka bawakan dengan apik dan harmonis sehingga mengundang kekaguman sejumlah pengunjung yang hadir di Hotel Taman Simalem Resort.

Acara ini menjadi istimewa ketika Eva Maria bersama musikus lokal Romelo Armando Purba melantunkan lagu 'Piso Surit' ciptaan komposer Karo, Djaga Depari, dengan diiringi oleh Noel Honey dan musisi Andi Bayou dari Yogyakarta.

"Lewat lagu ini kita berupaya mengangkat kearifan lokal di Karo. Kita angkat produk kopi Karo, dari kita angkat wisata Karo yang terganggung akibat erupsi Gunung Sinabung," ujar Eva seraya mengaku sempat takut ke Karo jika sewaktu-waktu Gunung Sinabung erupsi kembali.

Di tempat yang sama, musikus jazz lainnya Andy Bayou, berharap pemerintah daerah bersama semua pihak untuk secara rutin menyelenggarakan acara bertemakan musik jazz di Karo.

"Di Karo ini ada kopi enak. Jadi sangat selaras kalau didampingi musik jazz dan dijadikan lifestyle di sini. Saya sangat yakini kegiatan ini dapat menjadi upaya memulihkan industri pariwisata dan musik lokal," ujar Andy.

Selain Andy Bayou, ada sejumlah musisi lokal Karo yang ikut meramaikan Sinabung Karo Internasional Jazz di Taman Simalem Resort ini. Mereka antara lain Romelo Armando Purba dan Dani Aura Sitepu.

General Manager Taman Simalem Resort, Eddy Tanoto, menjawab Media Indonesia, mengatakan, pihaknya sangat mendukung jika para musisi jazz nasional maupun internasional menjadikan Teman Simalem Resort ini sebagai tempat ajang unjuk kebolehan sebagaimana yang pernah mereka tunjukkan di festival Java Jazz yang selalu menjadi agenda tahunan para musisi musik jazz.

"Kita selalu siap saja menyediakan fasilitasnya. Ke depan kita harapkan ini Sinabung Karo Jazz ini dapat memancing para musisi jazz nasional maupun internasional main di sini. Kita bangkitkan industri pariwisata Danau Toba dari musik jazz," ujar Eddy. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More