Nyamankan Pasien, Minimalkan Devisa ke Luar Negeri

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 27 Des 2017, 04:31 WIB Kesehatan
Nyamankan Pasien, Minimalkan Devisa ke Luar Negeri

RSPI-Bintaro Jaya

RUMAH Sakit Pondok Indah (RSPI) Group meresmikan beroperasinya RSPI-Bintaro Jaya di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (14/12). RS itu tak hanya dilengkapi dengan peralatan medis canggih dan berbagai layanan kesehatan untuk seluruh tingkatan usia.
RS yang suasananya lebih mirip hotel itu juga sangat mengutamakan kenyamanan pasien. Lobi utama, misalnya, terkesan segar dengan dua taman mini yang memuat aneka tanaman hias. Keberadaan patung jerapah dan bangau-bangau cantik di taman kecil itu dipastikan mampu menarik perhatian anak-anak, bahkan mungkin menghilangkan ketakutan mereka akan jarum suntik.

Beranjak masuk lebih jauh, karya-karya seni termasuk sejumlah lukisan terpajang di beberapa titik. Tata ruang karya desainer interior Eri Puspitasari itu berhasil meniadakan kesan kaku yang biasa terdapat di RS. Secara keseluruhan, desain bangunan yang dirancang arsitek Bruce Crook dari Silver Thomas Hanley, firma konsultan arsitektur yang berpengalaman merancang berbagai fasilitas kesehatan di sejumlah negara, menampilkan kesan lapang, simpel, dan modern.

Dalam desain berkonsep green dan homey itu, faktor kenyamanan pasien menjadi hal utama. Setiap ruang perawatan, misalnya, dilengkapi dengan jendela lebar yang menampilkan pemandangan di luar gedung tujuh lantai itu. Bagi pasien maupun keluarga, itu bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan karena sakit dan kejenuhan yang mungkin timbul.

Chief Executive Officer RSPI Group Yanwar Hadiyanto mengungkapkan pihaknya menyadari layanan yang prima merupakan faktor penentu bagi masyarakat dalam memilih RS. "Untuk itu, RSPI-Bintaro Jaya menghadirkan konsep RS yang nyaman, didukung para dokter spesialis dan subspesialis serta tenaga medis pendukung yang kompeten, disertai fasilitas dan teknologi kesehatan modern," kata dia seusai acara grand opening RS tersebut, Kamis (14/12). Diharapkan, lanjut Yanwar, dengan konsep itu masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri untuk berobat maupun melakukan pemeriksaan kesehatan. Tak dimungkiri, tren pasien asal Indonesia berobat ke luar negeri memang masih terjadi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 600 ribu orang Indonesia menghabiskan devisa Rp60 triliun-Rp80 triliun per tahun untuk berobat ke Malaysia dan Singapura. Salah satu faktor pendorongnya, mereka mencari layanan kesehatan berkualitas dan profesional sekaligus yang mempu memberi kenyamanan.

Digital hospital
Terkait dengan jenis layanan yang disediakan, Yanwar menjelaskan RSPI-Bintaro Jaya dirancang untuk seluruh anggota keluarga, mulai layanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, anak, dewasa, hingga kaum lanjut usia (lansia) dan dari layanan kesehatan gigi, ortopedi, hingga jantung.

RS berkapasitas 100 tempat tidur dengan luas bangunan 34 ribu meter persegi itu dilengkapi alat-alat dan fasilitas medis pendukung, termasuk unit perawatan intensif (ICU, ICCU, dan NICU), MRI 1,5 Tesla, CT Scan 128 Slice, dan fasilitas kateterisasi jantung.

"Sistem di RSPI-Bintaro Jaya ini juga terhubung secara digital dengan RSPI-Pondok Indah dan RSPI Puri Indah. Termasuk rekam medis pasien, bisa diakses di tiga RS tersebut. Dengan demikian, jika suatu saat pasien RSPI Puri Indah berobat ke sini, rekam medis yang diperlukan sebagai pertimbangan dokter dalam menentukan pengobatan bisa diakses dengan cepat. Kami memang mengembangkan konsep digital hospital," terang Yanwar.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More