Ketika Penikmat juga Berkarya Seni

Penulis: Abdillah M Marzuqi Pada: Minggu, 24 Des 2017, 11:45 WIB Tifa
Ketika Penikmat juga Berkarya Seni

Pengunjung memfoto karya sendiri setelah mengikuti Workshop KamiSketsa Galnas di Galeri Nasional Indonesia pada 14-21 Desember 2017---MI/Abdillah M Marzuqi

SETELAH datang, melihat pameran, lalu apa? Apakah hanya selesai dengan foto-foto karya lalu diteruskan dengan swafoto sembari pasang gaya kekinian?

Pertanyaan itu rupanya mendapati jawaban pada ruang terbuka sisi depan Galeri Nasional Indonesia (GNI). Panel interaktif yang menjalar di samping luar dinding galeri diubah menjadi layaknya ruang pamer. Kertas-kertas hasil karya pengunjung itu tertempel rapi di dinding ruang pamer. Banyak di antara gambar-gambar sketsa itu lahir dari tangan pemula yang belum pernah berkenaan dengan dunia seni gambar. Namun, jangan salah, karya mereka sudah layak untuk diapresiasi. Bahkan jika diperhatikan secara saksama, beberapa karya ada yang berada dalam satu ruang yang sama dengan para seniman sketsa.

Itulah Pameran Hasil Workshop KamiSketsa Galnas juga menempati dua ruang lain di GNI yakni di ruang workshop KamiSketsa dan Gedung B GNI. Pameran itu digelar pada 14–21 Desember 2017 di area GNI.
Pameran ini menempati tiga titik. Pertama, di ruang workshop sebagai presentasi bagaimana proses workshop KamiSketsa Galnas berlangsung. Kedua, di Gedung B yang terdiri dari tiga ruang.

Di sini sekitar 100 karya sketsa akan ditampilkan. Ketiga, di panel interaktif yang terletak di ruang publik (area outdoor). Uniknya, di panel tersebut akan disediakan area kosong sehingga pengunjung ­pameran dapat merespons dengan membuat sketsa untuk dipajang di panel interaktif tersebut, berdampingan dengan karya-karya hasil workshop KamiSketsa Galnas.

KamiSketsa Galnas merupakan salah satu program yang melibatkan secara langsung para pengunjung Galeri Nasional Indonesia (GNI) dalam berproses kreatif atau menciptakan karya seni, khususnya sketsa. Program ini menjadi salah satu fase lanjutan setelah pengunjung mengenal GNI. Datang dan mengapresiasi karya seni di GNI, maka fase berikutnya ialah terlibat langsung dalam proses kreatif menciptakan suatu karya seni.

Regenerasi kreatif
Hasil karya pengunjung dipajang dalam pameran itu. Kini para pengunjung galeri tidak hanya bisa menikmati keindahan karya para punggawa seni yang dipamerkan. ­Lebih dari itu, GNI memberikan wadah untuk mereka terlibat langsung dalam proses kreatif penciptaan sebuah karya melalui program ­KamiSketsa Galnas.

Sebab jika tidak seperti itu, pengunjung seni pun tetap akan menjadi pengunjung seni. Padahal pengunjung GNI didominasi para muda yang kekinian. Dari merekalah kesempatan untuk regenerasi kreatif menjadi sangat layak untuk diperjuangkan.

Padahal GNI mencatat jumlah pengunjung yang mengapresiasi karya seni di Galeri Nasional Indonesia meningkat 9,8% dibandingkan dengan jumlah pengunjung yang tercatat per 1 Desember 2016 yakni 231 ribu orang. Dalam catatan per 1 Desember 2017, jumlah pengunjung dari pameran tetap dan pameran temporer terdata lebih dari 254 ribu orang.

Tentu akan sangat baik jika jumlah pengunjung sedemikian besar itu diarahkan untuk tidak hanya berswafoto dengan karya orang lain, melainkan pula berswafoto dengan karya sendiri. Itu terbukti, dari banyak pengunjung yang berswafoto, mereka dengan bangga berswafoto dengan latar karya sendiri.

Program KamiSketsa Galnas dimulai pada 12 Oktober 2017 bertepatan dengan Hari Nasional Museum Indonesia. Dikemas dalam bentuk workshop, program ini dilaksanakan setiap hari Kamis mulai pukul 09.00–15.00 WIB di GNI. KamiSketsa Galnas ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat yang tertarik dan ingin menggambar sketsa, tidak terkecuali baik bagi yang masih awam, maupun yang telah mahir.

Selain para pengunjung GNI, program ini juga diikuti dan melibatkan para seniman yang telah lama berkecimpung di dunia seni rupa sketsa, di antaranya Ipe Ma’aruf, Toto BS, Daniel Nugraha. Selain itu masih ada para sketcher yang datang dengan senang hati dan sukarela. Mereka tak segan untuk berbagi ilmu termasuk tips dan trik menggambar sketsa kepada para pengunjung, juga setia menemani para pengunjung untuk menggambar sketsa bersama.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana mengharapkan Pameran Hasil Workshop KamiSketsa Galnas menjadi awal peran serta GNI dalam membentuk karakter masyarakat melalui ruang pamer dan ruang kreatif. Pameran Hasil Workshop KamiSketsa Galnas merupakan sebuah bentuk peran GNI dalam memfasilitasi publik untuk terlibat dalam proses kreatif dan juga sebagai sarana pembentukan karakter sehingga menjadi pengunjung yang kreatif, terhebat, dan juga mampu merespons dengan baik situasi yang ada disekitarnya. Hal tersebut erat kaitannya dengan pembentukan karakter tentang bagaimana proses para pengunjung atau masyarakat yang awalnya hanya datang dengan rasa ingin tahu yang besar, kemudian pengalamannya meningkat dengan adanya kesempatan belajar di ruang pamer.

“Pameran ini juga diharapkan mampu memberikan motivasi dan inspirasi, serta memancing geliat berkarya rupa dan terlibat langsung dalam proses kreatif menciptakan karya seni rupa khususnya sketsa,” tutur Andre.

Di dalam ruang pamer itu, pengunjung dihadapkan dengan situasi untuk belajar mematuhi tata tertib dalam mengapresiasi karya. Hal ini akan mengantarkan mereka untuk belajar menghargai karya seni sekaligus belajar menghormati orang lain. Setelah melalui fase ini, selanjutnya pengunjung digiring untuk merasakan dengan melibatkan diri secara langsung dalam proses kerja keras, sebuah usaha yang tidak kenal menyerah dalam membuat karya seni.

Di sinilah pameran ini mengambil peran, khususnya melibatkan peran pengunjung GNI dalam hal menggambar sketsa. Sekaligus mengajak pengunjung untuk terlibat langsung dalam proses kreatif penciptaan karya. Sebab bukan tidak mungkin, dari mereka akan muncul seniman besar Indonesia. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More