Ibuku, Pandai Memasak dan Main Gim

Penulis: SURYANI WANDARI PUTRI PERTIWI mediaanak@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 24 Des 2017, 02:00 WIB MI Anak
Ibuku, Pandai Memasak dan Main Gim

DOK PRIBADI

TELEPON pintar milik kakek Luna Divani Aramita, Kelas 6 SD BPI Bandung itu berdering menandakan panggilan masuk. Panggilan telepon itu berasal dari ibunda Luna. Ya, setiap hari, minimal 20 menit, Luna menghabiskan waktu untuk mengobrol perihal kegiatannya disekolah, tugas, hingga kegiatan rutinnya pada sang ibu yang tinggal berbeda kota. Luna tinggal bersama Kakek Neneknya di Bandung, sedangkan ibu dan ayahnya bekerja di Jakarta. “Sudah sekitar setahun lalu, ayah dan ibu pindah bekerja, jadi kami hanya bertemu di Sabtu dan Minggu saja,” kata Nana, sapaan akrabnya.

Meskipun begitu, Nana mengaku tak pernah merasa kesepian karena suara dan wajah ibunya selalu dijumpainya lewat gawai.”Alhamdulillah teknologi semakin canggih jadi aku selalu dekat dengan ibu, biasanya kami video call juga. Saat pengen meluk ibu ya gawainya dipeluk juga,” kata Nana yang diwawancarai Medi, Kamis (14/12).

Hari Ibu
Ibu, Mama, atau Bunda ialah panggilan untuk perempuan hebat yang telah mengandung, melahirkan, hingga merawat kita. Kisah Nana ini pun mengingatkan kasih sayang seorang ibu ke anaknya, begitupun sebaliknya. Berbicara tentang ibu, Indonesia pun memiliki perayaan Hari Ibu yang dirayakan pada 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Tanggal itu diresmikan Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No 316 Tahun 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Selanjutnya, hari ibu dirayakan dengan berbagai acara, mulai bertukar hadiah hingga menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak. “Sayang aku kepada bunda, sebesar apa pun yang ada didunia, bahkan melebihi apa pun,” kata Izza Azizah, Kelas 6 SD Negeri Pondok Kelapa 10 Jakarta Timur.

Ibuku dan sayur
Kasih sayang ibu memang banyak bentuknya ya! Tak jarang, seringnya ia menasihati, menurut beberapa Sobat Medi, membuat ibunya jadi cerewet. “Ibuku paling cerewet mengenai makan sayur karena aku enggak suka beberapa sayuran,” kata Andhika Prayoga Kiswoyo,
Kelas 6 SDN Duri Kepa 07 Pagi. Menurut Andhika, setiap hari ibunya terus merayu agar dirinya makan sayur karena dalam masa pertumbuhan. Meskipun kadang kesal ketika Andhika tak menurut, untungnya ibu Andhika tidak pernah marah. Ia selalu menasihati, lengkap dengan alasannya.

Begitu pun yang dirasakan Nana, ia selalu dilindungi ibunya meskipun hanya berupa perkataan. “Kalau main sepeda diluar harus pakai celana panjang, biar kalau jatuh tidak langsung luka kulitnya. Hati-hati harus dipinggir jalan, jangan ngebut, dan lainnya,” kata Nana memperagakan perkataan ibunya. Meminta maaf Sssttt Nana juga pernah kesal dan membentak ibunya gara-gara cerewet! Namun, Nana menyesal dan segera meminta maaf. Permohonan maaf ini Nana tuliskan dalam kertas yang dilukis, Nana juga menyematkan bunga yang dibelinya lo. “Padahal, kejutan itu sederhana sekali tapi saat ibu membacanya ibu langsung peluk aku dan bilang kalau ia sayang sekali sama aku,” ucap Nana. Nana mengaku, ibunya pun selalu memperhatikannya dalam segala hal termasuk pendidikan, kesehatan, hingga sikap. Mandiri, selalu berbagi dan selalu introspeksi menjadi nasihat penting yang selalu diingat Nana.

Main gim bareng
Kata siapa ibu adalah sosok yang kaku dan enggak bisa diajak bercanda? Andhika malah menjadikan ibu sebagai sahabat. Ia kerap bermain boardgame Scrabble (Permainan menyusun kosakata bahasa Inggris) dan Otello (permainan mengatur stategi mirip dengan catur) bersama sang ibu. Andhika melakukannya saat ada waktu luang sepulang sekolah atau seusai belajar menghadapi Ujian Nasional lo. “Seru banget main sama ibu. Kalau scrabble, ibu sering menang, tapi kalau otello saya yang lebih sering menang,” kata Andhika.

Kado untuk ibu
Di hari Ibu mendatang, Nana, Andhika, dan Izza memang tak punya agenda khusus untuk memperingatinya. Bagi mereka setiap hari ialah hari kasih sayang untuk ibunya. “Sebenarnya jarang mengungkapkan rasa sayang karena suka malu, tapi aku selalu berusaha untuk salim, mengecup tangan, dan pipi bunda, atau bahkan aku memeluknya,” kata Izza. Ayo, apa hadiah kamu untuk ibumu? (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More