Aksi Pasha Fadillah, sang Juara Senam

Penulis: SURYANI WANDARI PUTRI PERTIWI mediaanak@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 24 Des 2017, 01:31 WIB MI Anak
Aksi Pasha Fadillah, sang Juara Senam

DOK PRIBADI

AWALNYA tubuhnya tegak dengan tangan lurus di atas kepala. Perlahan ia mengangkat dan melangkahkan kaki kiri, kemudian tangannya menyentuh lantai. Kini posisi badannya terbalik, percis lurus dengan kepala di bawah dan kaki lurus ke atas. Bertahan beberapa detik
dalam posisi ini, tubuhnya kemudian digulingkan ke depan, seperti sikapnya di awal. Sobat Medi, ada yang tahu gerakan apa yang Medi sebutkan tadi? Menurut Pasha Fadillah, pesenam artistik yang memperagakannya di depan Medi dan wartawan lainnya, Selasa (12/12) di Rockstar Gym Mall Kota Kasablanka, gerakan itu disebut handstand atau teknik berdiri menggunakan tangan.

Gerakan handstand ini termasuk rangkaian teknik tambling yang juga menyertakan ketangkasan berputar dan melenting, tangan bertumpu atau melenting di udara. Wah, keren ya Sobat? Selain handstand, Pasha yang berumur 11 tahun dan siswa kelas 6 SD Negeri Pejaten Timur 04 Petang Jakarta Selatan itu juga memeragakan gerakan salto, rol depan dan belakang hingga baling-baling yakni gerakan berdiri pada tangan, tetapi kaki membentuk baling-baling memutar. Makin penasaran kan sobat, Kanalan saja yuk dengan Pasha.

Menginspirasi
Pasha pun kini menjadi figur atau ikon dalam program Gemilang Anak Indonesia, PT Indolakto, untuk menginpirasi anak-anak Indonesia untuk aktif dan berjuang meraih prestasi. Ya, benar sobat, Pasha memang sosok yang bisa dijadikan inspirasi, bagaimana tidak, tekadnya untuk bisa melakukan gerakan keren ini tidak didapatkannya secara instan, tetapi butuh latihan keras. “Awalnya suka sekali melihat kakak sepupu yang bisa melakukan gerakan salto sehingga aku bertekad terus belajar untuk bisa mengikutinya, waktu itu masih umur
8 tahun,” kata Pasha. Butuh beberapa waktu baginya untuk dapat melakukannya dengan sempurna.

Kini ia bisa melakukan gerakan menggelayut di ring ataupun mengayunkan badannya pada palang sejajar dengan menggunakan kekuatan tangan. Pasha pun memiliki penyemangat untuk terus bisa dengan dukungan Mama Ida, ibunda Pasha yang memasukkannya pada pelatihan yang lebih serius. Bahkan Mama Ida mengaku mantap keluar dari pekerjaannya untuk mendampingi Pasha dalam berbagai pertandingan. “Ketika Pasha sudah mulai mengikuti banyak pertandingan, menginjak kelas 4 SD, saya memutuskan keluar dari pekerjaan untuk fokus menemaninya,” kata Mama Ida.

Pernah gagal, tetapi bangkit
Baru saja mendapatkan satu emas di kompetisi Gavrila International Gymnastic Invitation 2017 di Jakarta, perjuangan Pasha bukan tanpa tantangan. Pasha mengaku pernah gagal dalam pertandingan yang diikutinya 3 bulan setelah rutin berlatih. “Saat itu saya malu dan sedih karena teman-teman lain pulang membawa piala. Aku sendiri yang tidak bawa piala sehingga aku selalu berdoa dan berusaha untuk bisa menang di pertandingan selanjutnya,” kata Pasha. Ya, kegagalan itu bukan m e n j a d i hambatannya untuk terus belajar, ia justru menjadikannya sebagai pecutan untuk berusaha jadi terbaik.

Pasha rutin berlatih seminggu dua kali, pagi dan sore. Bahkan menjelang pertandingan ia berlatih senam setiap hari selama empat jam sejak pukul 08.00 hingga 12.00. Kemudian, ia lanjut sekolah. Usahanya pun berhasil, di pertandingan kedua yang diikutinya, ia berhasil mendapatkan medali perunggu. Selanjutnya, di beberapa kompetisi, ia mendapatkan medali emas, seperti yang diikutinya pada kompetisi senam international di Filipina.

Capai yang kita impikan
“Menurut aku, anak Indonesia harus pantang menyerah, tetap semangat hingga bisa menjadi lebih gemilang. Untuk itu, harus belajar dan berlatih supaya bisa menggapai semua yang dia inginkan,” lanjut Pasha. Harapannya ia bisa menjadi atlet senam yang berprestasi agar menjadi kebanggaan semua orang. Kamu juga punya harapan yang sama kan sobat? Jadi, apa pun cita-citamu, cobalah terus berusaha seperti Pasha agar kamu berhasil menggapai mimpimu. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More