Halte Khusus Pengantar Obat di Banyuwangi

Penulis: Riz/X-7 Pada: Sabtu, 23 Des 2017, 07:16 WIB Teknopolis
Halte Khusus Pengantar Obat di Banyuwangi

MI/RIZKY NOOR ALAM

PERUSAHAAN start-up Indonesia, Go-Jek, meresmikan halte khusus pengantar obat gratis bagi pasien miskin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi. Keberadaan halte tersebut, kata Founder and CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, merupakan tindak lanjut MoU yang dilakukan Go-Jek dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menjadi contoh inovasi sosial yang dilakukan pemerintah daerah dengan perusahaan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Banyuwangi dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain, bahwa sebenarnya dengan kolaborasi, solusi bisa lebih cepat dihadirkan," ungkapnya saat meresmikan halte khusus tersebut, di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (15/12). Adanya kolaborasi tersebut, lanjut Nadiem, Banyuwangi dapat menjadi sebuah inkubasi inovasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak pihak. "Teknologi akan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan dengan efisien dan teknologi bisa memperbesar skala pelayanan," imbuhnya.

Selain layanan pengantar obat gratis, Go-Jek mendorong pertumbuhan bisnis UMKM makanan di Banyuwangi serta merangkul perusahaan taksi lokal untuk sama-sama memajukan potensi daerah. Dengan berbagai layanan Go-Jek yang beroperasi di Banyuwangi, Nadiem mengaku pemerintah Kabupaten Banyuwangi ialah satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang bekerja sama resmi dengan perusahaannya. "Setidaknya ada 3 hal yang dapat mendukung inovasi di Banyuwangi berjalan dengan baik. Pertama, asimilasi dari offline ke online di Banyuwangi berjalan cepat. Sebabnya, pihak pemda terbuka pada perubahan dan hal-hal baru," tambahnya.

Kedua, kata Nadiem lagi, Banyuwangi terbuka pada kolaborasi dan ketiga dukungan pemerintah daerah mampu menciptakan iklim inovasi di jajaran birokrasinya sehingga melahirkan banyak program kreatif untuk melayani warga. Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam kesempatan yang sama, mengatakan Banyuwangi sudah tidak bicara kompetisi karena sekarang era kolaborasi. Kolaborasi akan membangun ekosistem. "Ekosistem itu tidak bisa hidup sendiri. Mereka harus terkait untuk bisa saling menghidupkan. Kalau sudah sama-sama, apa pun dapat lebih mudah dicapai," imbuhnya.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More