Mesin Kasir Daring Pelaku UMKM

Penulis: */X-7 Pada: Sabtu, 23 Des 2017, 06:55 WIB Teknopolis
Mesin Kasir Daring Pelaku UMKM

DOK. PLAYSTORE

PARA pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memerlukan sistem pencatatan keuangan yang memadai untuk mendukung proses rekapitulasi dan transaksi mereka. Melalui sistem tersebut, mereka dapat menganalisis keluar-masuknya uang, mengevaluasi biaya yang dibutuhkan dalam proses bisnis, dan mengerjakan administrasi perpajakan. Pada akhirnya mereka dapat memperoleh penghitungan tepat atas kelangsungan usaha yang mereka tekuni. Sayangnya, para pelaku usaha sering memerlukan investasi cukup besar untuk mendapatkan sistem tersebut, baik ketika menyangkut urusan tenaga kerja maupun pengadaan perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan.

PT Dataklik Media Nusantara berupaya menjawab kebutuhan para pelaku UMKM tersebut melalui aplikasi berbasis Android bernama Klik46. Aplikasi itu dirancang agar para pelaku UMKM dapat memanfaatkan gawai pintar mereka sebagai mesin kasir daring dan terbarukan yang terintegrasi dengan penghitungan pembayaran PPh final 1% dan pelaporan SPT bagi wajib pajak UMKM sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013. Perancang aplikasi Klik46 Leonard Tarigan berharap, dengan aplikasi itu, para pelaku UMKM dapat lebih fokus pada pengembangan usaha.

Mereka bisa lebih leluasa berinovasi memasarkan produk karena tidak lagi dipusingkan dengan persoalan terkait dengan pencatatan transaksi dan rekapitulasi maupun administrasi pajak. "Intinya, kami ingin mengembangkan kemampuan para pelaku UMKM yang dewasa ini sering terkendala dalam hal pencatatan keuangan. Melalui aplikasi itu, sekali klik, semuanya sudah beres dan pas," kata Leonard pada peluncuran aplikasi Klik46, di Jakarta, Senin (18/12).

Berikan kemudahan
Di acara yang sama, Direktur Eksekutif Center of Indonesian Taxation Analysis Yustinus Prastowo menambahkan rencana pemerintah untuk memperkuat sektor UMKM ditandai dengan rencana penurunan tarif PPh final menjadi 0,25%. "Aplikasi itu merupakan jawaban atas inklusi pajak yang diharapkan pemerintah selama ini. Direktorat Jendral Pajak nantinya akan semakin mudah melaksanakan fungsi monitoring pada sektor UMKM," tuturnya. Alternatif kemudahan yang diberikan Klik46 bagi pelaku UMKM, lanjut Yustinus, tentunya akan menjamin penerapan self-assessment dan mendorong peningkatan tax ratio di sektor UMKM.

"Klik 46 juga dapat menjadi mitra e-commerce, misalnya, ketika aplikasi itu terintegrasi dengan market place yang tengah menjadi tren perdagangan daring," imbuhnya. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho yang turut hadir pada siang itu meyakini pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa meningkat jika ada keterlibatan teknologi digital dalam pengembangan UMKM. Kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) dalam tiga tahun terakhir, menurutnya, tercatat tumbuh sangat baik hingga mencapai 57%.

"Ini membuktikan bahwa sektor UMKM memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi. Menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan negara dan salah satu tulang punggung perekonomian nasional," tuturnya. Aplikasi Klik 46 dapat diunduh secara gratis oleh para pelaku UMKM melalui Google Play Store. Klik46 memberikan solusi dan kemudahan untuk berbagai macam UMKM terkait dengan pencatatan keuangan yang selama ini cukup merepotkan. Jenis UMKM mulai gerai pameran, warung, toko ritel, kafe, restoran, butik, salon & perawatan, pangkas rambut, klinik kesehatan, bengkel, pertanian, perikanan, bahkan usaha perkebunan, dan lain sebagainya.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More