Amerika Serikat Peringatkan Negara yang Menolak Deklarasi Trump

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Rabu, 20 Des 2017, 17:45 WIB Internasional
Amerika Serikat Peringatkan Negara yang Menolak Deklarasi Trump

AFP PHOTO / KENA BETANCUR

AMERIKA Serikat (AS) melalui duta besarnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan negara-negara yang mendukung draf resolusi yang menolak dekrasi Presiden Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagi ibu kota Israel.

Duta Besar Nikki Haley, Selasa (19/12) waktu setempat, mengatakan ia akan memberikan laporan nama-nama yang mendukung draf resolusi yang akan dibahas di Majelis Umum PBB itu kepada Trump.

"Presiden akan mengamati voting tersebut dengan hati-hati dan meminta saya melaporkan nama-nama negara yang memberikan hak suara menentang kami," kata Haley dalam sebuah surat kepada wartawan.

Majelis Umum PBB akan mengadakan sidang darurat, Kamis (21/12). Sesi yang diminta Turki dan Yaman--atas nama negara-negara Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam, ini sebagai respons lanjut atas langkah AS yang memveto draf resolusi rancangan Mesir di Dewan Kemanan PBB.

Draf resolusi yang menuntut pembatalan klaim sepihak Trump mengenai Jerusalem gagal lolos di DK PBB karena veto AS--meski didukung oleh 14 negara anggota Dewan lainnya, termasuk sekutu utama Washington--Italia, Jepang, Inggris, Prancis, dan Ukraina.

Sementara itu, seperti dilansir Haaretz, Israel telah mengirimkan instruksi kepada misi-misi diplomatik mereka yang meminta duta besar 'Negeri Yahudi' melakukan pertemuan dengan pejabat kunci. Tujuannya untuk membujuk mereka supaya menentang draf resolusi yang akan disidangkan di Majelis dan agar tidak menyampaikan pidato.

Duta Besar Palestina, Riyadh Mansour, mengatakan ia meyakini akan ada dukungan luas untuk tindakan yang menyatakan bahwa Jerusalem sebuah isu yang harus diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina.

"Majelis Umum akan mengatakan, tanpa mengkhawatirkan veto, masyarakat internasional menolak untuk menerima posisi unilateral AS," ujarnya.

Paus-Raja Yordania Bahas Trump

Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, dan Raja Yordania, Abdullah, pada Selasa (19/12), membahas keputusan Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Kedua tokoh dunia itu menyebut langkah Trump berbahaya bagi perdamaian di Timur Tengah.

Abdullah dan Paus berbicara secara pribadi sekitar 20 menit mengawali lawatan raja itu ke Vatikan dan Prancis.

Pernyataan Vatikan mengatakan kedua pemimpin membahas "usaha memajukan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dengan merujuk khusus ke masalah Jerusalem dan peran Raja Yordania sebagai pemelihara tempat suci itu."

Sebagai pemelihara situs suci muslim di Jerusalem, membuat Amman peka terhadap setiap perubahan kedudukan dan demografi di kota yang disengketakan tersebut.

Ketika Trump mengumumkan keputusannya pada 6 Desember, Paus menanggapi dengan menyerukan 'status quo' kota suci itu harus dihormati, dengan menyatakan ketegangan baru di Timur Tengah akan mengobarkan konflik dunia. (AFP/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More