Hilangnya Sejumlah Nama di Dakwaan Novanto Dipersoalkan

Penulis: Richaldo Y.Hariandja Pada: Rabu, 20 Des 2017, 16:31 WIB Politik dan Hukum
Hilangnya Sejumlah Nama di Dakwaan Novanto Dipersoalkan

MI/Susanto

KOMISI Pemberantasan Korupsi menyatakan hilangnya sejumlah nama anggota DPR dari dakwaan Setya Novanto bukan berarti pihak-pihak yang tidak disebut bebas dari pengusutan. Nama-nama tersebut sebelumnya dijamin masih ada, hanya saja, sebagain nama dikelompokan di dalam sejumlah anggota DPR yang diduga menerima US$12,8 juta dan Rp44 Miliar.

"Dakwaan terhadap SN tentu fokus pada perbuatan SN. Beberapa pihak yang diduga diperkaya dari proyek KTP-e ini yang disebut oleh pihak SN sebagai nama yang hilang, tetap masih ada," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (20/12).

Sejumlah nama tersebut, dikatakan Febri akan dirinci di persidangan. Perinciannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembuktian.

Sementara itu, Pengacara Setya Novanto Maqdir Ismail saat ditemui selepas persidangan menyatakan pihaknya masih mempersoalkan hilangnya sejumlah nama tersebut di dalam surat dakwaan kliennya tersebut. Meskipun demikian, dirinya tidak mengacu pada satu fraksi di DPR saja.

"Tadi sudah jelas kami katakan bukan hanya dari partai PDI-Perjuangan yang menerima dan dihilangkan, tapi juga dari partai Golkar, ada dari PAN, ada dari Demokrat dan ada partai lain kalau saya tidak keliru dari PKB," ucap dia.

Menurutnya, jika memang tidak ditemukan bukti bagi beberapa nama sehingga harus dihilangkan dalam surat dakwaan Novanto, maka KPK haruslah memberikan pernyataan, termasuk dalam dakwaan tersebut.

"Apalagi kalau kita lihat itu berhubungan dengan orang-orang yang diuntungkan, atau juga berhubungan dengan kerugian-kerugian negara," tukas dia. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More