Kenaikan Harga Pangan di Kota Solo Dinilai Masih Wajar

Penulis: Ferdinand Pada: Rabu, 20 Des 2017, 13:48 WIB Nusantara
Kenaikan Harga Pangan di Kota Solo Dinilai Masih Wajar

ANTARA

TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta, Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kenaikan harga komoditas pangan di tiga pasar tradisional, Rabu (20/12).

Tim TPID yang terdiri dari unsur Pemerintah Kota, Bank Indonesia, Bulog, TNI, Polri, dan Kejaksaan menemukan sebagian besar komoditas pangan mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir, kendati dinilai masih dalam batas wajar.

Kenaikan cukup mencolok terjadi pada cabai rawit merah, cabai rawit hijau, beras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam.

Cabai rawit merah dari Rp20.000/kg menjadi Rp35.000/kg, cabai rawit hijau dari Rp14.000/kg menjadi Rp22.000/kg, beras kualitas medium dari Rp11.000/kg menjadi Rp12.000/kg, beras premium dari Rp13.000/kg menjadi Rp14.000/kg.

Kemudian daging ayam ras yang sebelumnya Rp28.000/kg menjadi Rp32.000/kg, bawang merah dan putih dari Rp20.000/kg menjadi Rp22.000/kg, serta telur ayam dari Rp22.000/kg naik menjadi Rp24.000/kg.

Sementara untuk minyak goreng dan gula pasir relatif stabil berada pada harga Rp13.000/liter dan Rp12.500/kg. Begitu pula dengan daging sapi masih stabil pada harga Rp110.000/kg.

Menurut keterangan para pedagang, kenaikan harga itu terjadi sejak pekan lalu. Selain disebabkan faktor cuaca yang memengaruhi jumlah panen dan transportasi, juga adanya peningkatan permintaan.

"Distributornya bilang panenan berkurang karena kondisi cuaca," kata Wiwin, pedagang beras di Pasar Gede.

Achmad Purnomo yang memimpin sidak di Pasar Gede menilai kenaikan yang terjadi pada sejumlah komoditas pangan tersebut masih dalam batas kewajaran. Hal itu merupakan imbas dari kondisi cuaca, naiknya biaya transportasi, dan meningkatnya permintaan menjelang Natal dan tahun baru.

"Kami akan pantau terus, jangan sampai naik di luar batas dan tidak ada stok. Kalau itu yang terjadi, kami akan minta Bulog untuk melakukan operasi pasar," kata Purnomo.

Achmad Purnomo dalam kesempatan itu mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membeli, karena yang berlaku hukum pasar. Kalau permintaan meningkat, harga akan naik. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More