Pemkab Sukabumi Minta Bantuan Alat Berat Siaga di Lokasi Rawan Longsor

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Selasa, 19 Des 2017, 19:47 WIB Nusantara
Pemkab Sukabumi Minta Bantuan Alat Berat Siaga di Lokasi Rawan Longsor

MI/Adi Kristiadi

PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meminta Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) menyiagakan alat berat di sejumlah titik lokasi rawan tanah longsor. Penyiagaan alat berat itu untuk memudahkan penangangannya ketika terjadi tanah longsor yang menimbun ruas jalan.

"Dengan tersedianya alat berat jadi penanganan pembersihan material tanah longsor di wilayah bencana cepat dilakukan. Saya sudah meminta seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) berkoordinasi dengan BPJN, utamanya penanganan bencana di ruas jalan provinsi atau nasional," kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Selasa (19/12).

Marwan mencontohkan, kejadian bencana tanah longsor di ruas Jalan Bagbagan-Kiara Dua di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Senin (18/12) pagi, sekitar pukul 04.30 WIB. Kejadian itu sempat menutup akses kendaraan dari dua arah sepanjang 60 meter di KM 164+450.

"Tapi berhasil ditangani menggunakan alat berat dah juga cara manual," ujarnya.

Marwan tak memungkiri kondisi cuaca akhir-akhir ini relatif sangat ekstrem. Kondisi itu setidaknya memicu potensi berbagai kebencanaan. Apalagi, karakteristik wilayah Kabupaten Sukabumi hampir semua rentan bencana alam.

"Saya sudah instruksikan kepada jajaran perangkat daerah untuk mengantisipasi dan melakukan upaya penanganan kejadian bencana di wilayah masing-masing," tegasnya.

Kabag Sarana dan Prasarana Setda Pemkab Sukabumi, Eki R Rizki, mengimbau masyarakat tetap berhati hati dan waspada dalam berkendara mengingat kondisi cuaca saat ini dalam keadaan musim penghujan sehingga memungkinkan jalanan yang cukup licin.

Eki juga mengaku sudah menindaklanjuti perintah bupati yang berharap segera melakukan koordinasi dengan elemen berkompeten lainnya.

"Sejak menerima informasi dan instruksi dari Pak Bupati, kami langsung menghubungi pihak BPJN untuk melakukan penanganan," terang Eki.

Kejadian tanah longsor di ruas Jalan Bagbagan-Kiara Dua akibat tingginya intensitas curah hujan ditambah kontur tanah yang labil. Namun, berkat kerja sama penanganan berbagai elemen, material tanah longsor tak terlalu lama menutup akses vital masyarakat itu.

"Alhamdulillah sekarang sudah dapat dilalui motor dan mobil. Bahkan kami dari Pemkab Sukabumi meminta pihak BPJN untuk menyiagakan dan menyimpan alat berat karena khawatir terjadi lagi longsor susulan," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More