Penanganan Gempa Berjalan Lancar

Penulis: MI Pada: Minggu, 17 Des 2017, 08:10 WIB Nusantara
Penanganan Gempa Berjalan Lancar

KOndisi ruangan hemodialis di RSUD Banyumas, Jawa Tengah, yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 pada skala Richter, Sabtu (16/12)---ANTARA/Idhad Zakaria

TIDAK sampai 5 menit, alat pendeteksi tsunami di sejumlah titik di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, berbunyi nyaring setelah gempa berkekuatan 6,9 SR mengguncang Tasikmalaya Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB.

Ribuan penduduk di kota pantai itu pun beramai-ramai menyelamatkan diri ke ketinggian. Sempat terjadi kemacetan lalu lintas di beberapa persimpangan jalan, tetapi tidak mengurangi kesigapan warga mengantisipasi bencana.

“Warga tidak panik. Sebanyak 29 rumah rusak ringan, 13 unit rusak sedang, dan 21 unit rusak berat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena.

Presiden Joko Widodo sudah menerima laporan dari BNPB dan BMKG terkait dengan gempa 6,9 SR yang dirasakan di Jawa Barat hingga sebagian Jawa Timur tersebut.

“Masyarakat langsung merespons peringatan tsunami. Saya imbau warga selalu waspada gempa tetapi tidak panik. Kita memang dikelilingi ring of fire,” ujar Jokowi di Kompleks Candi Prambanan, kemarin.

Menurut BNPB, akibat gempa yang dipicu subduksi lempeng Hindia-Australia dan Eurasia Jumat (15/12) malam itu, tiga orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka. Korban meninggal yaitu Aminah, 80, warga Kelurahan Kauman, Pekalong­an; Dede Lutfi, 62, warga Kecamatan Sadananya, Ciamis; Fatimah, 34, warga Bantul, DIY.

“Jumlah bangunan rusak 282 rumah rusak berat, 152 rumah rusak sedang, dan 97 rumah rusak ringan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini tsunami kepada otoritas pantai di Jabar, DIY, dan Jateng 3 menit pascagempa.

Lalu, 2 jam seusai kejadian atau Sabtu pukul 02.30 WIB, BMKG mencabut peringatan tsunami setelah memantau kondisi permukaan air laut di pantai selatan tidak menunjukkan tanda-tanda terjadinya tsunami. (Tim/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More