Yuk, Main di Luar!

Penulis: SURYANI WANDARI PUTRI PERTIWI medianak@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 17 Des 2017, 02:29 WIB MI Anak
Yuk, Main di Luar!

MI/WANDARI

DUA tongkat bambu setinggi 2 sampai 2,5 meter itu ditempatkan tepat di depan kakinya. Di bagian bawahnya terdapat potongan bambu dengan posisi horizontal yang siap dinaiki. Perlahan dan penuh hati-hati Fadil, siswa kelas 6 SD Negeri Cililitan 01 Pagi, Jakarta Timur, menaiki bilah bambu dan mencoba melangkah dengan bantuan tangannya. “Aduh, duh, susah juga ternyata main egrang,” kata Fadil sembari menyeimbangkan tubuhnya saat akan terjatuh. Bermain egrang atau permainan tradisional bambu itu memiliki tingkat kesulitan sendiri, ya. Namun, rupanya egrang masih menjadi kegemaran anak-anak hingga sekarang, lo.

Buktinya banyak sekali orang yang mengantre untuk memainkan permainan itu meskipun mereka masih mencoba. Selain egrang, terdapat banyak permainan lain yang bisa dimainkan di acara Traditional Games Return (TGR) Season 2 yang diselenggarakan di RPTRA Cililitan, Minggu (26/11) lalu. Mau tahu kegiatan lainnya? Yuk ikuti Medi!

Bermain di RPTRA
Bermain memang selalu seru dilakukan, ya. Selain seru, kalian pun bisa berinteraksi dengan orang sekitar, terutama permainan tradisional. “Nilainilai pada permainan tradisional bisa menumbuhkan rasa kebersamaan, sportif, saling peduli sehingga tumbuh dan kembang anak menjadi baik,” kata Kak Fajar Pratama, preceptor, anggota tim dari Forum Anak yang bertugas mendampingi anak-anak mencoba berbagai permainan itu. Namun, tahukah sobat, menurut riset, 70% anak-anak di Asia Tenggara lebih suka menghabiskan waktu luang untuk bermain gim di gadget ketimbang permainan tradisional.

Bahkan memasuki 2000, eksistensi permainan tradisional yang biasanya digemari anak-anak pada generasi 1970-1990-an itu semakin menurun. Untuk melestarikan permainan tradisional, Tim TGR yang tergabung dari mahasiswa London School Public Relation (LSPR) Jakarta serta Forum Anak menghidupkan kembali permainan tradisional yang berpusat di RPTRA Cililitan dengan mengusung tema Dukung hak tumbuh dan berkembang anak melalui permainan tradisional untuk mewujudkan Indonesia layak anak. “Kegiatan ini pun serentak dilakukan bersama 73 ambassador TGR di 22 provinsi dan 186 RPTRA di Jakarta yang melibatkan 7.000 anak dalam rangka Hari Anak Sedunia,” kata Aghnina Wahdini, Ketua Tim TGR. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More