Ragam Peristiwa Terpopuler Sepanjang 2017

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Sabtu, 16 Des 2017, 11:15 WIB Teknopolis
Ragam Peristiwa Terpopuler Sepanjang 2017

Hari Perempuan Internasional merupakan momen nomor 1 yang paling banyak dibicarakan pada 2017 di Facebook. Sedangkan lagu Surat Cinta untuk Starla dari Virgoun menjadi penelusuran terpopuler di Google---Dok. Facebook/Dok. DR. M

DI penghujung tahun, biasanya dirangkum hal-hal apa saja yang ramai dibicarakan di media sosial sepanjang 2017. Berikut rangkuman ragam peristiwa di Facebook dan Twitter yang paling banyak diperbincangkan masyarakat.

Untuk platform media sosial garapan Mark Zuckerberg, merilis Hari Perempuan Internasional merupakan momen nomor 1 yang paling banyak dibicarakan pada 2017.

Banyak pengguna di seluruh dunia membicarakan, berbagi, dan mengunggah beragam hal berkaitan dengan perayaan hari perempuan tersebut. Di urutan kedua ada Super Bowl 51. Ajang olahraga dengan pembukaan yang meriah dari artis-artis papan atas Amerika Serikat tersebut berhasil menayangkan video terkait dengan Super Bowl yang saat itu dimeriahkan Lady Gaga sebanyak 262 juta penayangan video di Facebook.

Di Twitter agak berbeda. Platform media sosial berlogo burung biru tersebut merilis ragam cicitan populer yang lebih spesifik. Peeraih predikat Golden Tweet 2017 adalah cicitan mengenai meninggalnya Kapten Persela Lamongan, Chairul Huda, dengan tagar #RIPChairulHuda. Cicitan atas peristiwa tersebut dianggap paling berpengaruh karena di-retweet sebanyak 20 ribu kali, baik dari dalam maupun luar negri.

Sementara itu, 10 momen yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2017 adalah Ramadan, pilkada serentak 2017, HUT ke-72 RI, pilkada DKI, konser boyband BTS di Jakarta, kasus Ahok, meninggalnya Choirul Huda, kasus korupsi Setya Novanto, pernikahan Raisa-Hamish, dan pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Penelusuran hal-hal terpopuler di Twitter dapat dilakukan dengan menggunakan tagar #RameDiTwitter2017.

Konten lokal
Perusahaan mesin pencari raksasa Google juga merilis hal-hal apa saja yan paling sering dicari masyarakat Indonesia sepanjang 2017. Ada sembilan kategori utama yang dibagikan tahun ini, dengan daftar utama tren penelusuran terpopuler secara urut diisi lagu Surat Cinta untuk Starla, film Pengabdi Setan, Setya Novanto, pilkada DKI, SEA Games, Jokowi Mantu, Ayam Geprek, Raja Salman, dan Om Telolet Om.

Berdasarkan hal tersebut disimpulkan, ada tiga hal utama yang tecermin melalui daftar Google Year in Search 2017. Pertama, orang Indonesia terus mencari konten lokal. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Year in Search di Indonesia, lagu dan film karya anak bangsa menempati 2 peringkat teratas daftar penelusuran terpopuler di Indonesia.

Kedua, ada peluang sangat besar bagi ta­lenta dan karya anak bangsa untuk meraih kesuksesan lewat Internet. Hal tersebut tecermin dari banyaknya pencarian mengenai lagu Surat Cinta untuk Starla serta segala hal yang berhubungan dengan film Pengabdi Setan.

Ketiga, masyarakat Indonesia aktif menggunakan Google untuk menemukan peluang baru di ekonomi digital. Hal tersebut tecermin dari banyaknya penelusuran terpopuler untuk kategori ‘cara menjadi’ berisi profesi berbasis digital, seperti cara menjadi selebgram, cara menjadi Youtuber, cara menjadi reseller online shop, dan cara menjadi agen Bukalapak.

Rasa ingin tahu warganet terhadap tren makanan juga menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis. Jika dua tahun lalu kue cubit menjadi tren penelusuran Google, tahun ini ada Ayam Geprek.

“Daftar Year in Search tahun ini menjadi cerminan dari apresiasi orang Indonesia terhadap kreativitas asli lokal. Dengan semakin banyak orang mengenal internet, kita akan melihat lebih banyak konten, kreator, dan bisnis lokal bermunculan dari seluruh Indonesia. Kami di Google berkomitmen membantu mereka ditemukan, kapan saja, di mana saja,” kata Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, di Jakarta, Rabu 13/12.

Pada kesempatan yang berbeda, Communication Manager for Twitter Indonesia and Philippines, Priscila Carlita, mengatakan media sosial telah menjadi platform bagi pengguna untuk berekspresi, mengeluarkan pendapat, sekaligus mencari dan berbagi informasi.

Cegah SARA
Dalam hal pembentukan opini publik, lanjutnya, Twitter memiliki peraturan jelas yang mengatur konten seperti apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan di platform tersebut. Jika memang ada pengguna yang melanggar peraturan Twitter, dapat langsung dilaporkan. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan NGO di Indonesia untuk bersosialisasi mengenai hal pembentukan opini publik tersebut.

“Kami tidak menoleransi platform Twitter digunakan sebagai saluran untuk mempromosikan ujaran kebencian dan pelecehan terhadap individu, organisasi, maupun yang terkait SARA. Pengguna tidak diperkenankan menggunakan layanan kami untuk tujuan apa pun yang tidak sah atau mendorong aktivitas yang melanggar hukum. Kami menggunakan teknologi untuk mendeteksi akun-akun yang melakukan ujaran kebencian dan pelecehan,” jelasnya.

Priscila menambahkan pengguna media sosial di Indonesia memang cukup tanggap dalam berekspresi terhadap sebuah informasi atau isu yang beredar di media sosial.

“Keberadaan media sosial sebenarnya membantu masyarakat untuk saling terhubung dan tetap terinformasikan dengan apa yang sedang terjadi saat ini, di mana pun mereka berada,” tambahnya.

Kemajuan teknologi informasi komunikasi, kata Priscila lagi, memiliki sisi positif. Setiap platform media sosial memiliki peraturan masing-masing. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More