Pengakuan Tiongkok Modal Palestina

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Sabtu, 16 Des 2017, 07:46 WIB Internasional
Pengakuan Tiongkok Modal Palestina

AFP/ ROSLAN RAHMAN

DEKLARASI Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang memberikan pengakuan Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina tak sia-sia. Salah satu negara terbesar di dunia, Tiongkok, pun bersikap sama dan sikap itu dinilai sebagai modal sangat penting bagi perjuangan rakyat Palestina.

Dukungan Tiongkok agar Palestina merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, Kamis (14/12). “Tiongkok mendukung pembentukan negara Palestina merdeka dengan kedaulatan penuh berbasis perbatasan 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tegasnya seperti dilaporkan Xinhua.

Sikap Tiongkok itu selaras dengan hasil KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki, sehari sebelumnya. KTT digelar sebagai reaksi atas kebijakan Presiden Donald Trump untuk memindahkan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Kebijakan itu mendapat tentangan keras dari dunia internasional, termasuk Uni Eropa.

Pengamat Timur Tengah dari Indonesian Society for Middle East Studies Smith Al Hadar menilai kebijakan Tiong­kok sangat berarti bagi Palestina. Mereka selama ini kerap bersikap hati-hati, bahkan cenderung netral terhadap situasi di Timur Tengah. Tiongkok tak ingin terang-terangan berseberangan karena mereka masih membutuhkan AS sebagai mitra dagang untuk mempercepat pembangunan di dalam negeri.

“Namun, karena OKI telah menyuarakan dengan sangat keras, ini menjadi momentum bagi Tiongkok untuk berpihak,” ujar Smith kepada Media Indonesia, kemarin.

Sikap Tiongkok diharapkan dapat memenga­ruhi negara lain untuk tidak mengikuti jejak AS. “AS kan tidak sendiri. Mereka didukung Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dalam mendeklarasikan Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Bahkan, Yunani, Ceko, dan Hongaria sedang mempertimbangkan untuk mengikuti jejak AS. Kalau mereka melakukan itu, akan terjadi bola salju dan menutup peluang Palestina untuk mendapatkan Jerusalem Timur dan merdeka,” terang Smith.

Senada, pakar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai sikap Tiongkok sangat penting bagi perjuangan Palestina. Ia berharap, sikap itu diikuti negara-negara lain di luar OKI.

“Yang terpenting itu ialah bagaimana Palestina bisa meraih kemerdekaan dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”

Lintas agama
Dukungan total untuk rakyat Palestina juga terus disuarakan pemerintah, tokoh-tokoh agama, dan rakyat Indonesia. Kemarin, Solidaritas Lintas Agama untuk Kemanusiaan menegaskan Jerusalem ialah ibu kota Pales­tina dan menolak klaim sepihak Presiden AS.

“Kami sebagai pimpinan agama mengecam keras tindakan sepihak yang dilakukan Presiden Donald Trump karena semestinya kota suci Jerusalem tersebut adalah ibu kota Palestina,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di Gedung PBNU Jakarta, kemarin.

Hadir dalam pernyataan sikap itu Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Henriette T Hutabarat, Jandi Mukianto dari Walubi, Peter Lesmana dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, dan Arya Prasetya dari Niciren Syosyu Indonesia. (Arv/Pol/Ant/AFP/Haaretz/X-8)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More