Plug and Play Dipuji Jokowi

Penulis: Retno Hemawati Pada: Jumat, 15 Des 2017, 13:22 WIB Humaniora
Plug and Play Dipuji Jokowi

Director of GK – Plug & Play Indonesia Wesley Harjono (kedua kiri) dan Community Manager of GK – Plug & Play Indonesia, Jessica Marthin (kiri) saat menjelaskan tentang Plug and Play---MI/Adam Dwi

PERUSAHAAN akselerator start-up di Indonesia, Plug and Play, didirikan Wesley Harjono, 36. Setelah berdiri sejak pertengahan 2016, Plug and Play sudah bekerja sama dengan sembilan perusahaan start-up. Perusahaan yang bergabung tidak hanya diberi modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan yang rutin oleh mentor.

Wesley membawa sekaligus mengembangkan Plug and Play di Indonesia, yang mulanya berasal dari Silicon Valey, Amerika Serikat. Presiden Jokowi sangat terkesan dengan Plug and Play serta mendukung untuk mengembangkan ekosistem digital di Indonesia. Karena itu, tidak mengherankan mereka mempunyai tagline Plug & Play Silicon Valey in a box.

Kehadiran Plug and Play Indonesia bertujuan membantu mengembangkan ekosistem digital di Indonesia sehingga kekuatan ekonomi digital dapat menjadi yang terbesar di Indonesia.

Plug and Play Indonesia menya­ring start-up. Selanjutnya, start-up yang terpilih diberi pendanaan awal sebesar US$50 ribu untuk modal kerja. Start-up tersebut juga dibimbing core mentor yang menyediakan waktu khusus bagi start-up untuk berbagi ide dan masukan.

Dengan memberikan mentoring kepada start-up sekaligus mempertemukan start-up dengan korporasi, diharapkan terjalin kerja sama antara start-up dan korporasi. Korporasi memberikan annual fee kepada Plug and Play.

Seperti disebutkan sebelumnya, saat ini sudah ada sembilan start-up yang tergabung dalam batch 1. Selain itu, ada lagi empat perusahaan yang sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan Plug and Play Indonesia. Perusahaan tersebut bergerak di bidang keuangan, manufaktur, kontraktor, dan agrikultur. (Eno)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More