Pasar Stagnan Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua

Penulis: (Cdx/S-1) Pada: Kamis, 14 Des 2017, 07:32 WIB Otomotif
Pasar Stagnan Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua

MI/CRI QANON RIA DEWI

SETELAH melewati periode 11 bulan jelang penutupan akhir tahun (Januari-November) 2017, Daihatsu masih bertahan di peringkat kedua penjualan otomotif nasional dengan total retail sales 165.855 unit dengan market share mencapai 17,3%. Penyumbang terbesar dipegang Sigra dengan penjualan 42.458 unit atau 26%, disusul Gran Max pick up (PU) sebanyak 36.147 unit (22%), dan Xenia 32.738 unit (20%). Daihatsu Ayla menempati posisi berikutnya dengan torehan 24.743 unit (15%), Gran Max minibus (MB) 12.068 unit (7%), serta Terios 10.359 (6%). Daihatsu lainnya (Luxio, Sirion, Hi-Max, dan Copen) ikut menyumbang hasil yang cukup baik dengan total 7.342 unit (4%).

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengungkapkan pasar otomotif nasional tahun ini terjadi pergeseran, yakni penjualan kendaraan penumpang turun sementara kendaraan komersial justru mengalami kenaikan. "Walaupun distimulasi dengan banyaknya model baru, pasar mobil tahun ini masih stagnan," ujar Amel dalam pesan singkatnya. Jenis kendaraan komersial yang mengalami kenaikan lebih banyak di kategori III dan IV, sementara kategori light commercial vehicle (LCV) masih stagnan.

"Semoga tahun depan LCV bisa lebih baik lagi." Amel juga memprediksikan kondisi pasar otomotif nasional tahun depan tidak akan berbeda jauh jika dibandingkan dengan tahun ini. Untuk memacu pasar yang masih lesu, Daihatsu akan berusaha menyediakan produk-produk yang sesuai dengan masyarakat Indonesia dengan paket kredit yang menarik. "Pasalnya 70% pasar mobil Indonesia berasal dari hasil pembelian secara kredit. Daihatsu sendiri 80%-nya merupakan konsumen kredit." Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap konsisten dalam menyediakan kendaraan-kendaraan kompak yang berkualitas, terjangkau, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta sesuai dengan kondisi Indonesia.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More