BSD Kembangkan Kawasan Serbaada

Penulis: Administrator Pada: Selasa, 12 Des 2017, 08:12 WIB Properti
BSD Kembangkan Kawasan Serbaada

ANTARA/YUDHI MAHATMA

LEBIH dari satu dasawarsa membangun Bumi Serpong Damai (BSD), Sinarmas Land sukses mengembangkan kawasan kota tersebut menjadi kota mandiri paling sukses di Indonesia.

Dari hampir 6.000 hektare kawasan BSD City, sebanyak 75% di antaranya telah dikembangkan.

Memiliki lahan yang menyamai setengah dari luas Kota Paris, Prancis, BSD City dikembangkan dengan tiga konsep utama, yakni tempat tinggal, bekerja, dan bermain.

Sejumlah klaster perumahan premium di BSD City pun kini sudah berdiri dan terus dikembangkan ke depannya.

Bahkan, sejumlah perusahaan asing ikut melengkapi BSD menjadi kota mandiri.

Di antaranya konsorsium asal Jepang, Mitsubishi Corporation melalui PT BSD Diamond Development menggarap proyek mixed-use development seluas 19 hektare yang akan membangun 1.000 rumah tapak dan toko bernama The Zora.

Di PT BSD Diamond Development ada perusahaan Jepang lain, yakni Hanshin Electric Railway Corporation, Nishi-Nippon Railroad Corporation, dan Keikyu Corporation.

Selain itu, pengembang asal Tiongkok, Country Garden mulai 2018 mengembangkan Sky House BSD+.

Manajer Pemasaran Sky House BSD+, Anuar Ngadimo mengungkapkan, dari 8,3 hektare lahan yang digunakan untuk proyek 12 menara apartemen, separuhnya digunakan sebagai area hijau.

"Dengan adanya kerja sama ini membuktikan bahwa tingginya kepercayaan investor asing untuk mengembangkan kawasan BSD City yang memiliki pertumbuhan pasar potensial dan lokasi yang strategis. Nilai investasi proyek kolaborasi ini lebih dari US$260 juta," kata CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra.

BSD City juga terus dilengkapi dengan pusat perkantoran mewah.

Setelah Green Office Park, saat ini sedang dikembangkan digital hub yang akan menjadi semacam Sillicon Valley.

Foresta Business Loft 6 turut melengkapi perkantoran urban. (Gnr/S-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More