Nasi Uduk 4 Warna

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 10 Des 2017, 14:00 WIB Kuliner
Nasi Uduk 4 Warna

DOK. TOM’S CORNER

SEBAGIAN besar orang Indonesia pasti pernah makan nasi uduk. Nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah. Akan tetapi, di tangan Tommy Handoko, nasi uduk dikreasi menjadi empat warna, yakni merah, kuning, hijau, dan putih.

Nasi warna-warni tersebut dibuat pemuda asal Singkawang, Kalimantan Barat, itu secara alami. Untuk nasi kuning, Tommy menggunakan kunyit kemudian dicampur pandan sehingga menebarkan aroma wangi alami. Untuk nasi hijau, dipakai daun suji dan pandan. Untuk warna merah cukup memakai beras merah dan nasi uduk biasa dengan beras putih.

Keempat nasih gurih berwarna tersebut disajikan dengan pelangkap daging empal atau ayam kampung goreng, keripik kentang atau emping, sambal teri, telur asin, dan lalapan sambal.

"Namun, ada juga konsumen yang mau nasi kuning saja atau nasi hijau saja dengan pelengkap yang sama. Cuma favorit di sini nasi gurih hijau," ujar Tommy yang baru membuka restonya, Tom's Corner, di Ruko Crown Golf Blok A No 32, Bukit Golf Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (29/11).

Tommy sebetulnya lebih dulu berkecimpung dalam dunia kecantikan. Ia memiliki salon di kawasan Jembatan Tiga, Pluit. Ia bahkan andal dalam teknik sulam alis, bibir, dan eyeliner. Namun, kegemarannya memasak mendorong Tommy ingin membuka restoran.

"Awalnya saya buat dan jual ke kenalan-kenalan saja. Kadang ke sejumlah artis. Umumnya mereka yang datang ke salon lalu sambil makan. Pesanan juga maksimum 100 porsi karena tenaga yang membantu mengerjakan juga terbatas," ujarnya.

Tom's Corner, tambahnya, menawarkan menu nasi empat warna dengan empat pilihan, yakni spesial, superkomplet, komplet, dan biasa. Untuk nasi spesial pelengkapnya ayam, empal, telur balado, tahu-tempe, ikan teri, keripik kentang, lalapan sambal. Untuk nasi spesial dipatok seharga Rp80 ribu per porsinya.

Untuk nasi super komplet pelengkapnya terdiri dari ayam atau empal, telur, tahu, tempe, keripik kentang, dan lalapan sambal yang dibanderol Rp60 ribu. Nasi komplet dilengkapi hampir sama tetapi tanpa telur, dengan harga Rp40 ribu. Terakhir nasi uduk biasa tanpa daging seharga Rp30 ribu.

Saat menikmati nasi di resto tersebut, ada semacam acar yang terbuat dari irisan bawang merah, ikan asin, potongan rawit, dan campuran cuka gula. Rasanya sangat segar seakan menetralkan lidah dari gurihnya nasi. Selain menu utama, Tom's Corner menyajikan all day brunch berupa roti bakar, singkong goreng, sosis telur, pempek satai panggang, rujak merah, dan asinan mangga. Semua menu tersebut dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp40 ribu.

"Pokoknya selera Nusantara," tambah Tommy. Untuk minuman, tersedia juga spesial mix juice berupa campuran wortel, stroberi, nanas, apel, tomat, dan timun. Selain itu, ada tropical juice dan kopi Singkawang. Bila berkunjung ke restoran Tommy, ada kudapan ringan yang menjadi favorit pelanggan bahkan sebelum Tom's Corner berdiri, yakni keripik kentang, emping, dan kulit salmon. Semuanya digoreng dicampur telur asin dan daun kari.

Rasanya gurih dan harum rempah-rempah. Tommy mengakui aneka keripik tersebut agak mahal karena bahan yang digunakan juga berkualitas. "Untuk menggoreng saya menggunakan minyak barco sekali goreng saja biar renyah. Tiap kali menggoreng minyaknya baru karena kalau dipakai menggoreng yang kedua kali cita rasa dan aromanya pun berbeda," ujarnya.

Jenis kentangnya juga khusus dan emping dari Aceh. Untuk itulah sestoples keripik dijual Rp60 ribu-Rp120 ribu. "Memang agak mahal, tetapi kualitas rasanya dijamin enak," ujarnya. (Ros/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More