Menikmati Cita Rasa Nusantara di Sambara

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Minggu, 10 Des 2017, 13:45 WIB Kuliner
Menikmati Cita Rasa Nusantara di Sambara

MI/M TAUFAN SP BUSTAN

PELBAGAI pilihan menu langsung menyambut kami. Tak ubahnya konsep prasmanan di acara pesta pernikahan, semua masakan diatur rapi di atas meja panjang berwarna putih, di ruang semiterbuka. Makanan itu terlihat menarik di dalam wadah sederhana.

Rasa lapar pun menggugah selera, terlebih masakan tersebut masih beruap tanda makanan baru selesai dimasak. Kami pun bersegera menyantap menu yang disajikan Restoran Sajian Sambara, di Cipete Raya No 14, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Hadir dengan konsep restoran tradisional Sunda lengkap dengan interior serbaukiran dan kerajinan khas Jawa Barat, Sambara yang didirikan 2006 di Bandung, Jawa Barat, itu kini mengembangkan diri.

Sales and Marketing Manager Corporate Office Sambara Bandung, Ivan Prabumi, menuturkan, seiring dengan berjalannya waktu, keberagaman tamu yang datang dari pelbagai budaya, muncullah permintaan untuk menyediakan menu-menu lebih beragam. "Untuk memenuhi permintaan tersebut, Sambara mulai memperkenalkan konsep baru authentic Indonesian food yang lebih bercita rasa Indonesia," terangnya, Rabu (22/11).

Menurut Ivan, ciri khas restorannya ialah menyediakan aneka pilihan menu buffet dan ala carte yang diadaptasi dari warisan kuliner pelbagai daerah yang ada di Indonesia, kemudian para chef memodifikasi tiap resep tersebut. Maka, munculnya menu karedok, gurame terbang goreng tepung, ayam sambal roa, kailan dua rasa, capcai nusantara, ayam bakar sambal mata, ikan patin bakar bambu, dan menu baru lainnya yang sangat dikenal masyarakat negara ini.

"Rasa semua menu baru yang kami hadirkan tentunya berbeda-beda. Begitu dicicipi satu per satu, rasanya membuktikan pemasaknya menggunakan bumbu dan rempah yang hanya tumbuh serta diproduksi di Indonesia," papar Ivan lagi.

Bumbu yang kuat

Ikan patin bakar bambu merupakan menu favorit dan paling laris. Perpaduan bumbu kunyit, cabai, serai, daun salam, kemiri, dan tambahan rempah lainnya sangat terasa di lidah.

Juru masak Sambara Cipete, Kimung, menjelaskan pada ikan patin bakar bambu dimasak sederhana dengan kombinasi rempah khas Indonesia. Cara memasaknya pun masih pakai tradisional yang masih ditemukan di hampir seluruh pelosok negeri.

Dalam prosesnya, ketika satu ekor ikan air tawar berukuran 500 gram itu dibersihkan lebih dulu kemudian dibungkus menggunakan daun pisang pilihan lalu dibakar hingga benar-benar masak.
"Jadi semua bumbu mulai kunyit, serai, cabai, kemiri, dan lainnya disatukan kemudian dimasukkan ke bungkusan ikan, lalu dibakar dengan suhu medium. Kenapa harus medium agar kadar masaknya pas sehingga nikmat untuk disantap," ungkapnya seusai menemani kami menyantam makanan siang bersama.

Kimung menyebutkan semua menu baru itu disajikan dengan tidak menambahkan banyak embel-embel sehingga pengunjung bisa benar-benar melihat olahan kuliner khas Nusantara dengan wujud aslinya ketika berkunjung ke Sambara. Selain patin bakar, pengunjung bisa mencicipi ayam bakar sambal mata yang disajikan terpisah. Uniknya hanya bagian paha ayam yang sudah diambil tulangnya.

"Sambalnya hanya perpaduan irisan bawang merah, tomat, daun jeruk, serai, penyedap rasa, dan tambahan potongan ketimun, tomat, serta daun selada sebagai pemanis," ungkap Kimung, chef yang belajar masak secara autodidak. Selain menu-menu andalan itu, ada ikan gurame terbang yang dicampur bumbu kemudian ditaburi tepung terigu lalu digoreng sederhana.

Menu ini tampak menantang dengan irisan daging yang memperlihatkan tulang di sisi kira dan kanannya. Satu ekor ikan tersaji dengan berat 400 gram. Untuk menambah nikmat saat disantap bersama kecap manis yang ditaburi irisan kecil cabai rawit, bawang, dan tomat layaknya sambal mata. Untuk menu sayur, Sambara menawarkan kailan dua rasa, krispi atau dicampur jamur saus. "Untuk kailan krispi bumbunya hanya garam, merica, bawang, cabai rawit, dan penyedap rasa kemudian digoreng kering. Kailan jamur saos ditumis dengan potongan kecil jamur beberapa bumbu dan tambahan penyedap rasa. Semuanya dimasak dengan sangat sederhana, tetapi tetap tidak menghadirkan sara yang menggugah selera," jelas Kimung.

Selain pelbagai jenis makanan, ditawarkan pula aneka minuman penyegar tenggorokan. Dari banyaknya pilihan, ada satu yang patut dicoba, yakni berry manggo soup. Tampilannya warna-warni perpaduan antara mangga, stroberi, dan vanilla ice cream.
"Minuman didominasi mangga yang sudah diblender kemudian dimasukkan ke wadah menyerupai mangkuk lalu ditaburi potongan stroberi dan tambahan vanilla ice cream. Saat cuaca terik, sangat pas untuk dinikmati," tandas Kimung.

Soal harga, kata Manajer Sajian Sambara Cipete, Hendi Hidayat, tidak terlalu tinggi dan cukup terjangkau. Dimulai dari karedok Rp25 ribu per porsi, gurame terbang goreng tepung Rp63 ribu, dan ayam sambal roa Rp47 ribu. Kemudian kailan dua rasa Rp24 ribu, capcai nusantara Rp26 ribu, capcai sambal mata Rp37 ribu, ikan patin bakar bambu Rp49 ribu, serta berry manggo soup Rp27 ribu.
"Semua harga merakyat dan cocok untuk masyarakat kita. Untuk ukuran masakan Nusantara harga ini sudah sangat cocok, apa lagi dengan porsi yang lumayan besar," tegas Hendi. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More