Pengungsi Istimewa di Gunung Agung

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 10 Des 2017, 08:00 WIB Jeda
Pengungsi Istimewa di Gunung Agung

MI/ARDI

KESIBUKAN bukan cuma terjadi di posko-posko pengungsian warga di Desa Sebudi, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, yang terdampak erupsi Gunung Agung. Puluhan relawan yang tergabung dalam Street Animal Rescue Community, yang mendeklarasikan kelompoknya sebagai pemilik anjing Bali yang berbangga hati, berjibaku setiap hari di kandang sapi dan babi serta menyisir permukiman untuk memberi makan anjing, hewan, hingga ayam.

"Pakai mobil dan motor, kami memberi makan hewan yang telantar, sering kali dikepung anjing kelaparan yang berebut makanan," ujar Tio, salah satu relawan Street Animal Rescue.

Relawan lainnya, Komang Purnama, mengaku meraih kepuasan tersendiri ketika melihat anjing dan kucing makan dengan lahapnya. Sementara itu, Julian Wele yang bertanggung jawab pada evakuasi ternak sapi dan babi, rutin patroli untuk menggiring sapi dan babi yang ditinggal pemiliknya hingga memastikan pasokan pakannya.

Kisah erupsi menghadirkan wajah Bali yang bukan cuma jelita, melainkan juga hangat, terasa bagi manusia, juga semesta.

"Munculnya relawan di Bali sebenarnya berlandaskan dengan kearifan lokal, filosofi menyama braya, membaktikan diri bersama untuk meringankan beban saudara serta Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam, dan sesama," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Dewa Made Indra, di Denpasar, kemarin.

Bekerja sesuai dengan keahlian dan kecintaan masing-masing, ribuan relawan bahu-membahu. Ada yang khusus menangani pengungsi, menghibur anak-anak, memastikan kesehatan, memasok logistik, hingga yang memastikan keselamatan hewan-hewan sumber kehidupan warga.

Di penjuru Nusantara lainnya, saat bencana pun ketika kehidupan terasa baik-baik saja, kerelawanan kini mulai merintis jalan menjadi bagian gaya hidup anak muda zaman now! (Arnoldus Dhae/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More