Garis Vs Kottak

Penulis: BINTANG KRISANTI bintang@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 10 Des 2017, 01:35 WIB Pesona
Garis Vs Kottak

AFP/ALAIN JOCARD

PERSAINGAN dan penyatuan motif garis dan kotak hadir di panggung Paris Fashion Week musim semi/panas 2018. Di koleksi rumah mode Sonia Rykiel, kedua motif itu menyatu dengan chic, rileks sekaligus elegan. Salah satunya pada padanan rok lebar melambai dengan blus gantung. Motif garis dan kotak berpadu di tiap potong busana bernuansa biru putih itu. Pada blus, motif kotak berukuran medium dan homogen, atau disebut juga gingham, diletakkan di bagian bahu dan perut, sedangkan motif garis melintang di bagian dada. Pada bagian rok, motif kotak ditempatkan di bagian pinggul.

Motif itu memberikan tampilan yang tetap ramping dan feminin. Pada bagian bawah rok yang berpotongan lebar, sang desainer kepala Julie de Libran memberikan motif garis membujur. Material yang berupa kain rajut yang jatuh dan luwes membuat rok tersebut makin centil.
Pemilihan bahan rajut sekaligus menguatkan sisi elegan busana ini, sejurus dengan potongan ala cape pada atasan. Di sisi lain, penggunaan bahan rajut ini seperti tidak berkawan dengan cuaca musim panas. Namun, De Libran mengaku punya maksud fungsional. “Sangat personal bagi saya untuk mendesain baju perempuan yang dipakai di puncak musim panas.

Saat cuaca panas dan kamu berada di kota maka baju kamu harus tetap cocok dengan segala keperluan,” tuturnya kepada Vogue. co.uk dalam peragaan di Prancis yang berlangsung Oktober lalu. Dengan bahan rajut, busana bergaya liburan itu tetap tampil lebih formal.
Bahan rajut dan motif garis juga terlihat di beberapa busana koleksi Louis Vuitton. Namun, sang desainer, Nicolas Ghesquiere, tidak memasukkan motif kotak. Sebagaimana dilansir situs Wwd.com, Ghesquiere menjelaskan ia terinspirasi oleh gaya busana aristokrat Prancis di abad ke-18 yang ia lihat di Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika Serikat.

Ia mengolahnya dengan lebih santai, bahkan nyeleneh, dengan sentuhan sporty, salah satunya lewat motif garis tersebut. Pada busana berbahan rajut, ia menampilkan potongan dress ketat mini dengan motif garis bernuansa putih, biru muda, dan marun kecoklatan. Detail unik sekaligus brilian hadir pada bagian dada, terdapat dua lapis rajutan. Ghesquiere menyebut koleksi LV terbaru ini berkonsep Anakronisme. Sesuai artinya, anakronisme merupakan penempatan kejadian pada waktu yang salah. “Bagaimana beberapa koleksi masih dianggap kostum dan bagaimana hal itu menarik untuk dieksplorasi agar sesuai dengan busana urban yang saya suka,” jelas Ghesquiere soal terjemahan yang ia buat di koleksinya.

Kuat dan santai
Rumah mode Celine juga bermain motif garis. Keinginan desainer Phoebe Philo untuk lebih dekat dengan alam diwujudkan dengan busana-busana ala tenda atau poncho. Philo memilih garis berukuran besar dengan warna kontras, yakni hitam, putih, dan oranye. Hasilnya,
busana-busana Philo yang terkenal dengan gaya minimalis, chic yang santai dan menonjolkan kekuatan perempuan; menjadi tampak lebih berjiwa petualang. Karakter hampir mirip juga terlihat di koleksi Hermes. Rumah mode yang kerap menjadi acuan bagi rumah mode dunia lain ini menampilkan permainan motif kotak dengan gaya lady like, tapi juga modern dan edgy.

Desainer Hermes, Nadège Vanhee-Cybulski, menjelaskan ia motif kotak memang menjadi tema. Ia mengolah berbagai motif kotak, bahkan seperti yang ada pada kain piknik. Lewat koleksi itu, ia menunjukkan wajah motif kotak yang feminin, artistik, bersentuhan sporty yang klasik, tapi secara keseluruhan tetap modern. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More