Tiga Kota di Jepang, Banyak Cerita

Penulis: Cri Qanon Ria Dewi cici@mediaindonesia.com Pada: Sabtu, 09 Des 2017, 23:25 WIB Travelista
Tiga Kota di Jepang, Banyak Cerita

MI/CRI QANON RIA DEWI

JEPANG menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan wisata bagi penduduk dunia. Keindahan alam, budaya, kuliner, maupun kecanggihan teknologi menarik untuk dinikmati para traveler. Media Indonesia pada akhir Oktober lalu bersama sejumlah wartawan Indonesia berkesempatan berkunjung ke tiga kota di Jepang memenuhi undangan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meliput event Tokyo Motor Show. Ketiga kota tersebut adalah Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Rombongan kami yang didam­pingi Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra dan Marketing Manager & CR Division Head Astra International-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso berkesempat­an menginap dua malam di Tokyo dan empat malam di Osaka.

Dalam perjalanan ini, selain menyaksikan berbagai kecanggihan dunia otomotif Jepang, termasuk mobil terbaru maupun yang masih dalam bentuk konsep dari Daihatsu Motor Co Ltd, kami berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi wisata maupun menikmati kuliner Jepang. Bahkan, kami pun mendapat kesempatan menikmati sarana transportasi Jepang yang canggih, yakni kereta cepat Shinkazen dari Tokyo ke Osaka. Perjalanan berjarak sekitar 503 km dengan Shinkazen ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam itu berbiaya 15 ribu yen (sekitar Rp1,6 juta).

Dalam perjalanan di tiga kota, kami berbelanja di Gotemba Premium Outlet di Shizuoka dan dilanjutkan dengan menikmati keindahan Danau Ashi di Hakone. Kemudian, di Osaka kami beberapa kali ke perbelanjaan yang sangat ramai di waktu malam Shinsaibashi tidak jauh dari hotel tempat kami menginap. Kami juga menyempatkan mengunjungi kuil Buddha, Kiyomizu Temple. Perjalanan ini dirasa tidak melelahkan karena didukung cuaca yang sejuk menjelang musim gugur.

Gotemba Premium Outlet
Jepang yang selama ini dikenal berbiaya mahal bagi wisatawan ternyata memiliki tempat-tempat belanja dengan harga barang yang sangat murah. Dan, ini kami temui di Gotembe Premium Outlet di Shizuoka yang menjadi destinasi pertama kami ketika tiba di Jepang.
Gotemba Premium Outlet berada di kaki Gunung Fuji, Shizuoka Prefecture, Fukusawa, atau sekitar 2 jam perjalanan darat dari Tokyo. Destinasi ini menjadi salah satu yang banyak dikunjungi wisatawan karena ratusan bus wisata datang ke lokasi ini. Tempat wisata belanja yang memiliki ratusan outlet produk bermerek berada di lahan sekitar 4,5 hektare. Begitu luasnya lokasi tersebut. Untuk memudahkan dan tidak tersesat, sebaiknya mengambil peta yang dibagikan ketika memasuki area Gotemba.

Di Gotemba Premium Outlet, pengunjung bisa berbelanja berbagai produk brand ternama dan asli dengan harga ‘miring’. Gerai-gerai seperti Fendi, Coach, Dolce Gabana, Lanvin, Kate Spade, Reebok, Puma, Nikon, Nike, Tumi, Coatch, dan masih banyak lagi merek terkenal bisa ditemui di lokasi ini. Hampir semua gerai menawarkan potongan harga yang sangat menarik. Beberapa merek dan produk menawarkan harga yang bila dibandingkan dengan di Jakarta menjadi sangat murah, sekitar 50%. Berjalan di pusat belanja di antara rintik hujan rasanya tidak melelahkan karena udara yang dingin dan ada pemandangan indah Gunung Fuji.

Danau Ashi
Tempat yang menarik dan layak dikunjungi adalah Danau Ashi (Lake Ashi) di Hakone. Danau ini menarik perhatian wisatawan dengan dengan pemandangan yang indah. Di kawasan ini juga tersedia trip berkeliling danau menggunakan kapal dari Pelabuhan Hakone.
Namun, kami seperti sejumlah turis hanya menikmati keindahan danau atau sekadar foto di dermaga Pelabuhan Hakone dan berbelanja oleh-oleh di pelabuhan tersebut. Selain pemandangan danau, kawasan itu pun memiliki pemandangan bukit-bukit dan pepohonan yang masih hijau menjelang musim gugur.

Kiyomizu Temple
Kiyomizu Temple merupakan salah satu lokasi yang menarik untuk dikunjungi berada di kota tua Kyoto. Di lokasi ini, kami berkesempatan menikmati keindahan kuil Buddha yang dibangun pada 798. Kuil yang pada 1994 ditetapkan UNESCO sebagai warisan sejarah berdiri megah. Bangunan utama kuil yang berusia lebih dari 1.000 tahun tersebut terbuat dari kayu yang konon dibangun tanpa paku. Keindahan bangunan yang mayo­ritas berwarna merah menjadi lebih menarik ketika menjelang musim gugur. Warna daun dari pepohon­an di sekitar kuil yang memerah menjadi latar belakang menarik dipandang.

Selain tempat ibadah, di kompleks Kiyomizu Temple ada sejumlah wahana, antara lain kios ramalan, mata air yang berkhasiat untuk umur panjang, kesuksesan, maupun keberuntungan dalam percintaan. Selain itu, ada dua patung batu yang terpisah yang konon bila kita berhasil berjalan dari satu batu ke batu yang lainnya dengan ditutup mata akan meraih keberuntungan dalam percintaan. Pemandangan menarik dari parkiran hingga ke kompleks Kiyomizu Temple berjajar kios yang menjajakan kuliner khas Jepang, cendera mata, maupun beberapa tempat penyewaan kimono. Untuk menyewa satu kimono menguras kocek sekitar 3.000 yen (sekitar Rp350 ribu).

Shinsaibashi
Osaka merupakan salah satu kota besar di Jepang. Di Osaka, kami menginap di Swissotel Nankai. Ternyata hanya berjalan sekitar 1 km dari hotel, kami bisa menjumpai pusat perbelanjaan yang setiap malam ramai dikunjungi penduduk Osaka maupun wisatawan. Kawasan ini menjadi tempat melepas lelah atau tempat pertemuan warga Osaka seusai mereka bekerja. Shinsaibashi menjadi surga belanja bagi pelancong. Selain banyak restoran, bagi para penyuka belanja ada berbagai gerai merek ternama bisa ditemui di kawasan ini, Uniqlo, Onitsuka Tiger, sampai Zara. Banyak juga pelancong membeli kosmetik asal Jepang di ka­wasan yang bagian atasnya tertutup kanopi sehingga walaupun hujan tidak khawatir basah.

Salah satu yang menarik bagi kami adalah gerai Onitsuka Tiger. Nama merek sepatu ini banyak menjadi pembicaraan para wartawan karena Onitsuka sulit ditemui di Jakarta atau belum ada gerainya. Soal harga, dipastikan lebih murah jika dibandingkan dengan di Jakarta. Karena itu, Shinsaibashi juga disebut surga belanja bagi pelancong. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More