Ubah Kebiasaan demi Hidup Lebih Sehat

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 08 Des 2017, 18:08 WIB Lensa Bisnis
Ubah Kebiasaan demi Hidup Lebih Sehat

thinkstock

TAHUKAN Anda bahwa hasil survei membuktikan hampir 70% orang akan mengubah pola hidupnya setelah mengalami sakit? Padahal, menjaga tubuh agar tetap sehat sedari awal sejatinya dapat membuat kualitas hidup jauh lebih baik.

Hal itu tentu hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemauan serta keberanian untuk mulai menerapkan pola hidup sehat. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan bergizi tinggi dan rutin berolahraga setiap hari.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa hidup lebih sehat bisa dimulai dengan mengubah kebiasaan buruk sehari-hari. Sebut saja, mengurangi aktivitas begadang yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung serta memicu kerusakan sel-sel tubuh lain.

Kebiasaan menonton televisi terlalu lama juga dapat berakibat fatal. Penelitian University of Queensland menggunakan data analisis Australian Diabetes, Obesity, and Lifestyle Study (AusDiab) yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine menemukan fakta bahwa menonton televisi enam jam sehari memperpendek harapan hidup hampir lima tahun.

Karena itu, ubah kebiasaan menonton televisi yang sering kali disertai aktivitas ngemil dengan melakukan gerakan-gerakan ringan agar otot tidak tegang. Pastikan juga durasi menonton televisi dikurangi sehingga tidak lagi menjadi kebiasaan yang nanti dapat merugikan kesehatan.

Kebiasaan lain yang tak kalah penting untuk segera ditinggalkan ialah merokok. Tak dimungkiri, merokok merupakan salah satu penyebab munculnya berbagai macam penyakit mematikan seperti kanker dan paru-paru.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2010, diperkirakan terdapat 190.260 kasus kematian akibat rokok. Ironisnya, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan prevalensi perokok aktif di Indonesia usia 15 tahun ke atas mencapai 34,7%.

Itu menandakan masa depan generasi penerus bangsa terancam hanya karena kebiasaan mengonsumsi rokok. Padahal, itu bisa dicegah sedini mungkin selama ada kemauan dari dalam diri sendiri serta dukungan lingkungan sekitar.

Proteksi
Namun begitu, terlepas dari segala upaya untuk mengubah kebiasaan buruk sehari-hari harus pula disertai dengan proteksi jaminan kesehatan. Asuransi Cigna hadir sebagai perusahaan asuransi kesehatan dan jiwa yang telah melayani lebih dari 95 juta nasabah di 30 negara di seluruh dunia dan berpengalaman 27 tahun lebih di Indonesia.

Salah satu layanan ekstra yang dihadirkan bernama Cigna Premium Health Protection yaitu perlindungan kesehatan komprehensif bagi Anda dan keluarga. Layanan tersebut mencakup resep obat, medical check up berkala, serta rawat jalan dan rawat inap di dalam dan luar negeri.

Selain itu, Cigna Premium Health Protection juga dilengkapi dengan fasilitas nontunai (cashless) di lebih dari 800 rumah sakit rekanan di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Berbagai pilihan manfaat perlindungan kesehatan lain dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan keluarga, mulai dari Rp100 juta-Rp500 juta per tahun dengan premi mulai dari Rp300 ribuan per bulan.

Lebih dari itu, komitmen Cigna bukan sekadar memberikan perlindungan kesehatan melalui jasa asuransi tetapi juga mengajak keluarga serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk berani hidup lebih sehat.

Melalui kampanye #beranilebihsehat, Cigna percaya bahwa hal tersebut akan membawa dampak perubahan besar bagi Indonesia. Khususnya, perubahan yang menjadikan hari-hari Anda dan keluarga lebih sehat sehingga hidup sejahtera bersama dalam 10 tahun ke depan. Jadi ayo #BeraniLebihSehat bersama Cigna Indonesia! (Mut/S4-25/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More