Airlangga Klaim Kantongi Mayoritas DPD

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 08 Des 2017, 08:49 WIB Polkam dan HAM
Airlangga Klaim Kantongi Mayoritas DPD

MI/Susanto

POLITIKUS Golkar Airlangga Hartarto mengaku mendapatkan dukungan mayoritas pengurus DPD I Partai Golkar se-Indonesia untuk menjadi Ketua Umum Golkar. Dukungan itu disampaikan setelah ia menerima kunjungan langsung dari pimpinan DPD.

"Ini yang sudah masuk memberikan surat itu 31 DPD dan sedang dalam proses perjalanan itu nanti, hampir bulat 34 DPD I," kata Airlangga di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (6/12) malam.

Airlangga berharap pada Senin (11/12), DPP Partai Golkar dapat menggelar rapat pleno untuk membahas pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Munaslub nantinya menjadi ajang untuk menentukan ketua umum baru pengganti Setya Novanto yang tersangkut perkara dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-E.

"Mudah-mudahan jadwal munaslub itu bisa diagendakan pada Minggu ketiga Desember," ucap dia.

Airlangga yang saat ini menjabat menteri perindustrian di Kabinet Kerja mengaku tidak khawatir bila ada nama lain yang juga ingin menjadi ketua umum. Dia siap bersaing dengan kader-kader terbaik Golkar lainnya. "Kalau persaingan dalam kancah politik itu suatu hal yang biasa," imbuhnya.

Di kesempatan terpisah, DPD Tingkat I dan DPD Tingkat II Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk menggantikan Setya Novanto melalui munaslub. Ketua Panitia Doa Bersama dan Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Erwin Nizar mengatakan deklarasi itu bakal dihadiri sekitar 2.000 kader Golkar DIY dan mengundang Airlangga.

"Kami berharap beliau bisa hadir sehingga ribuan kader Golkar DIY bisa bertemu langsung dengan calon ketua umumnya," ujar Erwin, di Yogyakarta, kemarin.

Sekretaris DPD Tingkat I Partai Golkar DIY Agus Subagyo berharap pelaksanaan munaslub nantinya berjalan lancar dan menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat.

Wacana aklamasi

Di tengah dorongan pelaksanaan munaslub, berkembang wacana pemilihan ketua umum secara aklamasi yang sangat mungkin membuat pencalonan hanya diikuti satu orang. Namun, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman menilai itu salah kaprah.

Gandung menerangkan bakal calon dapat menjadi calon manakala mendapat dukungan minimal 150 suara atau sesuai tata tertib yang telah disepakati. Bakal calon yang mendapatkan dukungan lebih dari 50% dapat langsung dinyatakan menang dengan aklamasi. Jika ada sejumlah bakal calon yang berhasil memenuhi batas minimal perolehan dukungan, pemilihan ketua umum berlanjut ke tahap kedua.

"Jadi, bertebarannya bakal calon berapa pun jumlahnya sah-sah saja, itulah demokrasi yang tumbuh dan berkembang dalam Partai Golkar,," ujar Gandung.

Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid menyatakan paling tidak ada 10 figur yang layak memimpin Golkar, di antaranya, Airlangga Hartarto, Idrus Marham, Titiek Soeharto, Aziz Syamsuddin, Bambang Soesatyo, dan Indra Bambang Utoyo.

Nurdin menyebut, dalam waktu dekat, Golkar akan menggelar rapat pleno untuk menetapkan jadwal rapimnas.

Dalam rapimnas diputuskan apakah perlu menggelar munaslub atau tidak.(MTVN/LN/Nur/P-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More