Truk Tronton Dibatasi Jelang Natal

Penulis: Cah/Sru/J-2 Pada: Jumat, 08 Des 2017, 08:23 WIB Megapolitan
Truk Tronton Dibatasi Jelang Natal

MI/Panca Syurkani

KEMENTERIAN Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dengan membatasi kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih di sejumlah jalan tol.

Namun, terdapat pengecu-alian bagi kendaraan yang membawa logistik.

"Manajemen pengelolaan angkutan barang Kemenhub memutuskan se-lama Natal 2017 membatasi kendaraan bersumbu tiga atau lebih pada 22 sampai 23 Desember. Pembatasan selama dua hari itu berlaku di jalur Tol Cawang sampai Cikampek, Cikampek sampai Brebes Timur, kemudian ke Bandung, Cipali, juga Jagorawi dan Mera," papar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi di Jakarta, kemarin.

Pembatasan juga diberlakukan di tol Semarang sampai Bawean akibat badan jalan di gerbang keluar masih sempit dan tidak bisa dilalui sumbu tiga ke atas.

Larangan tersebut bertujuan agar pergerakan masyarakat yang merayakan Natal 2017 berjalan lancar.

Tidak hanya itu, peraturan sama diterapkan menjelang perayaan Tahun Baru 2018 pada 29-30 Desember.

Rekayasa tersebut, kata dia, sesuai arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Namun, pemba-tasan itu tidak berlaku bagi kendaraan angkutan barang yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

"Peraturan menteri sedang dibuat dan minggu depan bisa diterbitkan."

Budi mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan 50 bus gratis untuk angkutan Natal 2017 dari Ancol, Jakarta Utara, menuju Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Bantuan itu untuk meringankan masyarakat supaya tidak menggunakan kendaraan pribadi.

"Syarat dan pendaftarannya melalui online atau bisa datang ke kantor Kemenhub mulai 23 Desember. Perayaan Natal dan Tahun Baru diprediksi mengalami peningkatan 10% sehingga kita lakukan rekayasa lalu lintas," tutupnya.

Operasi Lilin

Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya sudah menyiapkan pengamanan Natal dan Tahun Baru dengan menggelar Operasi Lilin.

"Saya juga sudah kumpulkan semua Kapolda untuk mewaspadai kerawanan terutama ancaman terorisme, arus mudik, dan arus balik. Kami akan gunakan pola persis seperti Lebaran lalu," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya tidak hanya mengantisipasi ancaman kekerasan.

Kegaduhan juga bisa terjadi bila harga pangan tidak stabil.

Karena itu, Polri terus berkoordianasi dengan berbagai pihak untuk menjaga situasi yang kondusif.

Polri, Kemendag, Kemenperin, dan Kementan melakukan rapat koordinasi pekan depan.

Selanjutnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kemenkes, dan Pertamina.

"Insya Allah aman, sukses," imbuhnya.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi yang baru dilantik menyatakan siap menjalankan instruksi Kapolri.

Berbagai strategi dan instrumen pengamanan telah disiapkan menghadapi berbagai kemungkinan kerawanan tindak kejahatan dan kegaduhan.

"Saya dan seluruh anggota siap. Tidak ada tempat untuk premanisme, semua preman akan kami sikat habis," cetusnya.

Hengki menambahkan sudah memetakan titik wilayah rawan yang harus ditindak.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More