Difteri Jatim, 12 Meninggal Dunia

Penulis: Faishol Taselan Pada: Kamis, 07 Des 2017, 14:58 WIB Nusantara
Difteri Jatim, 12 Meninggal Dunia

Ilustrasi---MI

KASUS difteri atau infeksi tenggorokan mengancam Jawa Timur. Hingga kini sudah tercatat 12 orang meninggal dunia yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Dari Januari hingga Akhir November 2017 tercatat tercatat sudah 318 kasus difteri terjadi di 35 kabupaten / kota di Jawa Timur," kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim Kohar Hari Santoso di Surabaya, Kamis (7/12).

Dari jumlah kejadian itu, menurutnya, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, sebanyak 352 kasus. Namun tahun ini jumlah meninggal dunia lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya tujuh anak.

Kasus difteri paling banyak terjadi di Kabupaten Pasuruan dengan 44 anak, Sampang sebanyak 33 kasus, Gresik 26 kasus, Surabaya dan Nganjuk sama-sama 19 kasus, Sidoarjo dan Kota Malang sama-sama 15 kasus.

"Meski jumlah kasus difteri cukup banyak, namun Dinas Kesehatan Jatim membantah kondisi ini merupakan KLB," katanya.

Kohar menambahkan, difteri ini mudah menyebar karena disebabkan bakteri corynebacterium diphtheriae dan corynebacterium ulcerans yang menyebar kepada orang lain melalui batuk, bersin dan saat bernafas.

Difteri merupakan infeksi tenggorokan yang berbuntut pada kesulitan bernafas. Penyakit yang rata-rata menyerang anak-anak ini dapat berakibat fatal hingga kematian. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More