Atlet Rusia Tetap Boleh ke Olimpiade 2018

Penulis: (AFP/Beo/R-4) Pada: Kamis, 07 Des 2017, 03:01 WIB Olahraga
Atlet Rusia Tetap Boleh ke Olimpiade 2018

AP Photo/Bebeto Matthews

MESKIPUN Rusia dilarang mengikuti Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan (Korsel), para atlet mereka tetap diperbolehkan untuk mengikuti ajang tersebut. Para atlet ‘Negeri Beruang Merah’ yang diperboleh­kan ikut ialah mereka yang terbukti benar-benar bebas ­doping. Namun, mereka tidak boleh mewakili Rusia alias berjuang atas nama sendiri. “Kami melihat solusi itu sebagai pilihan alternatif meskipun bukan opsi terbaik. Setidaknya atlet Rusia masih bisa berkompetisi,” kata Lee Hee-bum, Ketua Penyelenggara Olimpiade 2018. Lee mengatakan pihaknya tidak pernah menyangka Dewan Olimpiade Dunia (IOC) akan menghukum berat Rusia terkait dengan skandal do­ping ketika menggelar Olimpiade Musim Dingin 2014.

Bahkan debat panas terjadi sebelum pembuatan keputusan dalam rapat anggota IOC. Dalam keterangan resminya, IOC mengatakan diskresi yang dimiliki mereka akan menentukan siapa saja atlet yang bisa ikut. Penentuan tersebut dilakukan berdasarkan kualifikasi yang sesuai standar cabang olahraga masing-masing. Atlet belum pernah didiskualifikasi karena atau dinyatakan pernah terlibat kasus doping. Lee akan mendesak Rusia mau mengizinkan atlet-atlet mereka untuk datang ke ­Pyeongchang, kota tempat penyelenggaraan olimpiade.

Sebelumnya, IOC dalam keputusan yang terbit 65 hari sebelum hari pelaksanaan Olimpiade juga memberikan sanksi larangan tampil seumur hidup di ajang Olimpiade kepada Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko. Saat Olimpiade Musim Di-ngin 2014, Mutko ialah Menteri Olahraga Rusia. Dia juga kini menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia 2018.

Selain Mutko, yang juga dikenai sanksi ialah Komite Olimpiade Rusia (ROC) dan ketua umumnya, Alexander Zhukov. Sanksi yang diberikan IOC yakni pembekuan ROC. Zhukov sendiri telah meminta maaf atas tuduhan doping yang terjadi di Rusia beberapa tahun terakhir ini. Mantan Wakil Menteri ­Olahraga Rusia Yuri Nagornykh juga dilarang ikut serta di ajang Olimpiade mendatang. (AFP/Beo/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More