Jokowi Mantu

Penulis: Dony Tjiptonugroho Pada: Minggu, 03 Des 2017, 14:30 WIB BIDASAN BAHASA
Jokowi Mantu

AFP

NOVEMBER tahun ini pernikahan anak presiden dalam dua kesempatan menghiasi berbagai jenis media, lama dan baru. Kahiyang Ayu, anak kedua Presiden Joko Widodo, menikah dengan M Bobby Afif Nasution pada Rabu, 8 November lalu. Populerlah istilah Jokowi mantu.

Pernikahan di Surakarta itu dilangsungkan dengan adat Jawa. Setelah itu, pada Sabtu, 25 November mereka menggelar pesta dengan adat Batak. Dua peristiwa itu merupakan kesempatan langka untuk mengenal budaya Jawa dan Batak dengan berbagai ulasannya. Dalam tulisan ini saya menampilkan sekelumit catatan kebahasaan.

Dalam pernikahan di Surakarta dengan adat Jawa, ada tahapan Joko Widodo selaku orangtua calon mempelai putri melaksanakan tradisi pasang bleketepe, siraman, midodareni pada malam harinya dengan hiburan musik keroncong dan keluarga besar calon temanten pria juga ikut datang untuk menyerahkan peningset. Dalam tayangan media elektronik lebih banyak lagi detail yang disajikan dalam tahapan tersebut, tetapi saya cukupkan garis besarnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah tercantum istilah berikut ini: bleketepe, siraman, midodareni, keroncong, temanten, dan peningset. Bleketepe masuk KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat dengan dua makna, di antaranya 'anyaman daun kelapa yang dipasang di depan rumah sebagai tanda pesta pernikahan'.

Kata lainnya masuk KBBI sejak edisi sebelumnya. Siraman adalah upacara memandikan pengantin. Midodareni dikategorikan sebagai verba bermakna 'menyelenggarakan serangkaian upacara adat bagi pengantin perempuan pada malam menjelang ijab kabul/pesta pernikahan' dan sebagai nomina 'malam sebelum hari upacara pernikahan berlangsung, pengantin putri ditemani kawan-kawan putrinya'.

Keroncong diberi keterangan panjang, dari alat musiknya, iramanya, hingga bentuk orkesnya yang terdiri atas biola, seruling, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas. Kata temanten bermakna pengantin.

Peningset adalah barang yang diberikan pihak bakal pengantin laki-laki kepada pihak bakal pengantin perempuan sebagai tanda pengikat persetujuan diterimanya lamaran.

Dalam pesta di Medan dengan adat Batak, karena Bobby Nasution berasal dari suku Mandailing, ada hal-hal yang berbeda dengan suku Batak lainnya, termasuk dalam hal bahasa dan tradisi. Jadi, paparan ini dapat dikatakan khusus untuk suku Mandailing. Adat Mandailing untuk Kahiyang-Bobby dimulai pada Minggu (19/11) saat Kahiyang disambut di rumah Bobby dengan prosesi haroan boru. Kahiyang diberi marga Siregar lewat prosesi mangalehan marga pada Selasa (21/11).

Pada Jumat (24/11) ada maralok alok (sidang adat) membahas gelar bagi Bobby dan Kahiyang. Acara mata ni horja (puncak pesta adat pernikahan) digelar Sabtu (25/11).

Detail acara itu dipenuhi istilah-istilah khas Batak seperti ulos, tulang, boru, namboru, gordang sambilan, pisang raut, tortor, dan manortor. Namun, ternyata KBBI belum memasukkan kata-kata itu seluruhnya. Ulos dan tortor sudah ada lama di KBBI, boru baru muncul di KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat. Kata lainnya belum tercakup.

Padahal, istilah tulang (saudara laki-laki ibu) sudah lama diakrabi orang Indonesia. Yang terpenting, berlimpah istilah yang muncul dari acara adat di Medan, sudah akrab atau masih asing bagi masyarakat di luar suku Batak. Tulisan ini bahkan tidak sanggup menampung seluruhnya. Semoga KBBI berikutnya dapat menjaring yang tepat untuk keuntungan bahasa Indonesia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More