Serunya Belajar Menjadi Wartawan

Penulis: Ardi Teristi Hadi Pada: Minggu, 03 Des 2017, 01:31 WIB MI Anak
Serunya Belajar Menjadi Wartawan

MI ARDI TERISTI HADI

SOBAT Medi pastinya pernah menonton berita di televisi, mendengar di radio, atau membaca di koran maupun gadget? Ada orang-orang yang bekerja keras untuk membuat berita-berita tersebut lo, profesi mereka disebut wartawan atau jurnalis. Nah, pada Jumat (4/11), Permata Bank mengadakan kegiatan di SD 1 Pundong, Yogyakarta, dengan membawa serta para wartawan dari Jakarta. Mereka berbagi ilmu dan mengenalkan profesi pada anak-anak di SD 1 Pundong dan para siswa Bintang PermataHati, siswa berprestasi yang mendapat beasiswa dan aneka pelatihan dari Permata Bank melalui Hoshizora Foundation.

Salah seorang wartawan yang membagi pengalaman kepada para siswa berasal dari koran ini, Media Indonesia. Bersama teman-temannya dari koran dan majalah lainnya, ia membagi pengalamannya sebagai wartawan media cetak, mulai kemampuan yang harus dimiliki wartawan, tugas-tugas yang harus dijalani setiap hari, hingga cara mewawancarai narasumber yang baik. Tentu saja ada cerita tentang kegiatan Reporter Cilik Media Anak Media Indonesia.

Kemampuan wartawan
Berbagai kemampuan-kemampuan dasar yang wajib dimiliki seorang wartawan dipaparkan. Seorang wartawan harus selalu giat belajar, percaya diri, berani tampil di depan orang, jangan malu-malu. Wartawan juga harus disiplin dan pandai mengatur waktu sehingga ketika ada peristiwa atau agenda liputan yang mendadak, jurnalis bisa gesit dan tepat waktu sampai tujuan. Jika sedikit saja terlambat, peristiwa sudah selesai sehingga wartawan tersebut ketinggalan berita.

Wartawan juga harus suka membaca dan mempelajari hal-hal baru. Ketika meliput kejadian atau mewawancara tokoh, banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang akan ditemui. Pengetahuan pun harus luas agar bisa memahami yang akan diliput dan ditulis.
Kemampuan berbahasa asing juga harus dimiliki, terutama bahasa Inggris. Alasannya, narasumber yang diwawancarai tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari warga negara asing.

Meliput, mewawancarai, dan menulis
Seorang wartawan juga harus dapat mengumpulkan fakta dan data (reportase) yang akurat melalui wawancara, pengamatan, dan observasi. Mereka harus pandai dan jeli dalam melakukan tugas-tugas tersebut agar tidak ada informasi yang terlewat. Sebelum menulisnya menjadi berita, wartawan harus cek lapangan, cek narasumber, cek-kroscek agar berita yang ditulis bisa akurat, tidak salah. Informasi yang dicari saat reportase ialah yang berkaitan dengan kata tanya, yaitu apa (what), di mana (where), kapan (when), siapa (who), mengapa (why), dan bagaimana (how).

Teknik wawancara
Ada pula tata cara wawancara yang baik agar tidak membuat narasumber tersinggung dan narasumber merasa nyaman. Pertama, membuka percakapan dengan mengucapkan salam sambil mengajak bersalaman. Kedua, memperkenalkan diri, nama dan tempat bekerja. Ketiga, menjelaskan tujuan wawancara. Keempat, memilih kalimat yang sopan saat wawancara.

Kelima, mengucapkan terima kasih. Sebelum wawancara, wartawan yang baik juga harus mempersiapkan materi yang akan ditanyakan. Kedua, menanyakan nama lengkap dan usia narasumber. Seorang wartawan tidak boleh salah dalam menuliskan nama narasumber yang diwawancarai.

Reporter Cilik
Nah, tentang program Reporter Cilik, Media Anak Media Indonesia sudah memasuki angkatan yang ke-10. Kegiatan-kegiatannya seru lo. Siswa-siswa dari berbagai daerah diberi pelajaran dan praktik langsung menjadi wartawan, mulai pengertian jurnalistik, cara wawancara, cara menulis, hingga praktik wawancara dan menulis berita.

Para Reporter Cilik diajak ke tempat-tempat menarik, seperti pabrik pembuatan kacang dan pabrik pembuatan susu. Mereka belajar tentang proses produksinya untuk diceritakan kembali dalam bentuk berita. Kerennya lagi, para Reporter Cilik telah mewawancarai presiden, wakil presiden, menteri-menteri, hingga kepala daerah.

Sekolah bersejarah
Kak Richele CL Maramis, Senior Vice President Corporate Affairs Permata Bank, menjelaskan kegiatan berbagi pengalaman sebagai wartawan sangat menarik bagi para siswa. Mereka jadi lebih tahu tentang profesi jurnalis sehingga diharapkan lebih suka membaca.

"Ini Program Permata Hati, program tanggung jawab sosial perusahaan Permata Bank. Kita mengajak para jurnalis untuk terlibat dengan program ini," kata dia.

Tidak hanya berbagi pengalaman para jurnalis, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan para siswa dengan literasi keuangan menggunakan Modal (Modul finansiAL), tentang uang, dan bank. "Ini salah satu cara kami membangun budaya untuk menjadi bagian dari solusi," kata Kak Richele.

Kegiatan pendidikan ini, kata Kak Richele, sudah dilakukan sejak 2010. Permata Hati aktif mencari persoalan yang ada di masyarakat dan memberikan solusinya melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Kali ini SD 1 Pundong sengaja dipilih karena memiliki sejarah dengan Program Permata Hati. SD 1 Pundong merupakan salah satu sekolah binaan Permata Bank, yang ikut dibantu setelah terjadi gempa bumi pada 2006 yang lalu hingga sekarang. "Kami juga punya program Permata Hati yang menjangkau semua elemen pendidikan, dari TK hingga SMA, juga para guru. (AT/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More