Visualisasi Karya Agatha Christie

Penulis: GALIH AGUS SAPUTRA miweekend@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 03 Des 2017, 01:10 WIB Hiburan
Visualisasi Karya Agatha Christie

DOK. TWENTIETH CENTURY FOX PRESENTS

EDWARD Ratchett (diperankan Johnny Depp) tampak begitu gelisah di Kereta Orient Express yang tengah menempuh perjalanan dari Istanbul, Turki, menuju London, Inggris. Ia selalu waspada dengan situasi di sekitarnya dan merasa ada pembunuh bayaran yang sedari tadi membuntutinya. Namun, dasar nasib sial, Ratchett yang ternyata gangster itu akhirnya tewas terbunuh di dalam kamar. Nahasnya lagi, kereta yang ditumpanginya mogok di tempat antah berantah karena tidak dapat menembus badai salju yang amat kuat. Hercule Poirot, orang yang pertama kali menemukan mayat Ratchett, menginvestigasi kejadian tersebut.

Nama Hercule Poirot tentu sudah tidak asing lagi bagi pembaca novel Murder on the Orient Express. Ia detektif berkebangsaan Belgia dalam kisah fi ksi yang ditulis Agatha Christie itu. Novel tersebut pertama kali dirilis di Britania Raya pada 1934 dan telah diterbitkan sebanyak 12 cetakan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama sejak 1978. Sepenggal kisah di awal paragraf tadi ialah cuplikan fi lm Murder on the Orient Express, yang disutradarai Kenneth Branagh yang sekaligus berperan sebagai Hercule Poirot. Ia menggandeng Twentieth Century Fox Presents untuk menghidupkan sosok detektif cerdik tersebut.

Film tersebut pertama kali dirilis di Britania Raya, 3 November 2017, dan telah dirilis di Indonesia pada Rabu (29/11). Untuk menghidupkan tokoh dalam novel Agatha itu, Branagh beserta timnya menghabiskan biaya produksi mencapai US$55 juta. Melalui karyanya itu, ia mencoba menceritakan kembali upaya Poirot menuntaskan kasus pembunuhan Ratchett. Ia harap visualisasi dari novel tersebut dapat membawa penonton seperti berada langsung di lokasi kejadian atau lebih tepatnya di dalam kereta mewah Orient Express yang melintasi Benua Eropa.

Menurut Branagh, Agatha sangat ahli dalam membentuk kedalaman karakter atau cerita. Hal itulah yang membuat Agatha tidak hanya berbeda dan berwarna, tapi juga dapat dipercaya dalam merajut fantasinya. “Saya pikir kemampuan Agatha sangat mempesona. Dalam Orient Express, Anda memiliki kemewahan, salju, keanggunan, keemasan asmara dalam perjalanan. Dan, tentu saja, Anda juga memiliki pembunuhan,” tambahnya dalam rilis dari Twentieth Century Fox Presents Indonesia. Branagh mengajak sejumlah aktor papan atas sekelas peraih BAFTA, Golden Globe, atau Oscar untuk meretrospeksi misteri pembunuhan di Kereta Orient Express.

“Ada banyak hal yang bisa Anda harapkan dari kisah yang dibuat Agatha. Kematian, pembunuhan, karakter yang menarik, situasi yang tidak biasa dan sering glamor. Semua elemen itu, ada di dalam lokasi dan perjalanan yang indah,” ujar Depp. Ia benar-benar terkesan dan melihat bagaimana hal itu tidak pernah kedaluwarsa. Pada kenyataannya, lanjut Depp, hal itu telah membuat jati diri Agatha. “Saya pikir itulah pertanda cerita yang sangat bagus,” tambahnya. Tokoh lain yang diceritakan dalam film berdurasi 114 Menit itu ialah janda Caroline
Hubbard (Michelle Pfeiffer).

Janda tersebut oleh sang penulis novel digambarkan sebagai perempuan dengan perjalanannya sendiri dan sering kali terlihat dingin atau susah untuk dideskripsikan. “Hubbard adalah pemburu suami, atau begitulah katanya. Dalam beberapa hal dia perempuan yang kesepian, manis, lembut, dan sering lucu, tapi dia juga bisa sangat kuat. Sangat menyenangkan memakai sepatunya atau memerankannya,” kata Pfeiffer. Sederet aktor papan atas lain yang turut berperan dalam fi lm ini ialah Derek Jacobi, Penélope Cruz, Judi Dench, Josh Gad, Willem Dafoe, Lucy Boynton, Sergei Polunin, Olivia Colman, Daisy Ridley, Leslie Odom, Jr, Tom Bateman, dan Marwan Kenzari, serta Manuel Garcia-Rulfo.

Bagi penggemar karya Agatha Christie, fi lm tersebut membawa Anda ke seluruh aspek kereta, sedangkan untuk pendatang baru, mereka bisa menikmati setiap detail lokasi yang menarik perhatian dunia lebih dari 80 tahun yang lalu. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More