Miracle from Recycle

Penulis: Retno Hemawati Pada: Sabtu, 02 Des 2017, 23:37 WIB BIG CIRCLE
Miracle from Recycle

MI/ADAM DWI

APA yang bisa kita buat dari barang yang awalnya tidak bernilai yang kemudian diubah menjadi berguna? Barang itu kembali berdaya dan memberikan manfaat. Dalam episode 36 kali ini, Big Circle mengangkat tema menarik, Miracle from recycle. Apabila kita mendengar kata ini, terlintas tentang suatu benda yang sudah tak ada gunanya, tetapi disulap menjadi barang mewah bernilai guna tinggi.

Big Circle kali ini mendatangkan narasumber Dusdukduk yang memanfaatkan dus yang kita pikir selama ini hanya untuk pembungkus barang, tapi bisa dikreasikan menjadi furnitur yang apik dan menarik. Ada pula Matoa, yakni jam tangan dengan desain yang sederhana, tapi elegan, yang mencuri perhatian kaum urban zaman sekarang. Matoa menggunakan bahan dasar kayu eboni dan maple. Di segmen terakhir, kita menghadirkan narasumber pemilik aplikasi Peto untuk menjodohkan hewan peliharaan.

Yang akan kita bahas pertama ialah Dusdukduk. Melalui kreativitas Angger Diri Wiranata dan Arif Susanto, status kardus pun jadi naik kelas karena dijadikan sebagai bahan dasar untuk membuat kursi, lemari pajang, boneka, bingkai foto, dan puluhan jenis produk lain.
Berawal dari produk awal, yaitu kursi, mereka berdua sepakat mematenkan karya mereka dengan merek dagang Dus Duk Duk, singkatan dari kardus untuk duduk. Kardus itu mampu menahan berat sampai 160 kilogram. Ide membuat kursi dari kardus tersebut sebenarnya berawal dari tugas untuk mata kuliah dasar desain saat mereka masih kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November pada 2013. Saat itu timbul ide bagaimana cara mengubah cara pandang masyarakat umum terhadap kardus agar tidak hanya dianggap sebagai sampah, tapi bisa juga dibuat sesuatu yang mempunyai nilai plus.

Hasil karya yang pada awalnya hanya tugas mata kuliah tersebut pun kemudian diikutkan dalam berbagai lomba ilmiah dan ternyata hasilnya menarik perhatian juri dan beberapa kali meraih penghargaan. Uang yang mereka dapat dan kompetisi tersebut terkumpul sekitar Rp7 juta dan digunakan untuk membeli peralatan dan bahan baku kardus yang didapat dari pemasok home industry di wilayah Mojokerto.

Keistimewaan
Pembuatan kursi tersebut sama sekali tidak menggunakan lem perekat dan hanya menggunakan teknik saling kait seperti teknik yang digunakan dalam membuat permainan puzzle. Selain itu, mereka mengembangkan produk, dari semula hanya fokus pada kursi sebagai andalan, ditingkatkan menjadi puluhan turunan, di antaranya boneka berbentuk berbagai binatang, bingkai foto, meja, dan lemari untuk etalase toko. Pengerjaannya dilakukan secara manual dan dilakukan sendiri (pajangan), dengan bantuan mesin potong untuk pembuatan furnitur besar. Produk Dusdukduk memang diakui tidak bertahan sepanjang tahun. Produk itu mampu bertahan 2-3 tahun, disesuaikan dengan kondisi saat dipakai.

Host Andy F Noya bersama Amanda Zevannya akan memandu kelancaran berdiskusi bersama para narasumber, yaitu Arief Susanto (CEO Dusdukduk), Angger Diri Wiranata (Marketing Dusdukduk), Nidiya Valensia (Owner Taman Kardus), Lucky Danna Aria (Founder & CEO Matoa), Yanuar Ilmawan Susanto (MarCom & Sales Director), dan Ditya Nandiwardhana (CEO Peto). Seperti biasa, Big Circle akan menghadirkan para mentor. Kali ini mereka akan didampingi Danton Sihombing (brand consultant) dan Arto Soebiantoro (local brand consultant) yang akan memberikan banyak insight kepada narasumber. (H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More