Mengenal Siklon Tropis Cempaka

Penulis: Gurit Ady Suryo Pada: Sabtu, 02 Des 2017, 06:37 WIB Eksplorasi
Mengenal Siklon Tropis Cempaka

AFP

PERUBAHAN cuaca yang terjadi beberapa hari ini di Pulau Jawa sisi selatan dan Bali tidak lepas dari kehadiran siklon Cempaka.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mendeteksi bibit siklon tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa.

Potensi itu ditemukan pada Senin, 27 November 2017 pukul 19.00 WIB.

Bibit siklon berada tepatnya di perairan selatan Jawa Tengah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan tenggara Cilacap, pada titik 8,6 Lintang Selatan dan 110,8 Bujur Timur.

Siklon bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 5 knot (9 km/jam) dengan tekanan terendah 999 Mb. Kekuatannya mencapai 65 kilometer per jam (35 knot).

Pada Senin pula, BMKG mengonfirmasi bibit siklon tersebut telah lahir menjadi siklon tropis yang kemudian diberi nama Cempaka.

Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan penamaan dan pengawasan perkembangan siklon tropis tersebut berada di bawah wewenang Jakarta Tropical Cycole Warning Center.

Hal tersebut disebabkan siklon lahir di wilayah Indonesia yaitu 6 LU-10 LS hingga 90-145 BT.

Nama Cempaka diberikan bukan tanpa sebab. Indonesia dan badan meteorologi di seluruh dunia telah punya kesepakatan dalam pemberian nama.

"Ada dua kelompok nama yang sudah terlebih dahulu disediakan BMKG. Sebelumnya kita pakai nama wayang tetapi kita ubah dengan nama bunga agar netral," kata Hary.

Nama Cempaka dilipih karena merupakan siklon tropis ketiga yang terjadi di Indonesia.

Penamaan siklon tropis memang dipilih sesuai dengan urutan abjadnya.

Menurut WMO (World Meteorilogical Organization), penamaan sebuah siklon memiliki tujuan untuk membantu orang mengingat dan memudahkan wartawan untuk menulis.

Untuk penamaan siklon tropis yang terjadi di wilayah Indonesia, BMKG telah menyiapkan nama seperti Anggrek dan Bakung.

Setiap abjad punya alternatif. A, misalnya, jika Anggrek telah dipakai, pilihan kemudian adalah Anggur.

Nama siklon yang sudah dipakai tidak akan dipakai kembali, dan nama penggantinya akan ditempatkan sesuai urutan abjad.

Beberapa siklon tropis telah dinamai Indonesia, salah satunya siklon tropis Durga di 2008, siklon Anggrek 2010, dan siklon Bakung pada 2014.

Apa dampaknya?

Keistimewaan siklon tropis Cempaka yaitu tempat lahirnya yang berjarak paling dekat dengan daratan bila dibandingkan dengan siklon tropis lainnya.

Faktor kedekatan inilah yang membuat efek perubahan cuaca sangat terasa bagi masyarakat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Lalu, angin kencang berkekuatan 20 knot berpotensi menghampiri wilayah Banten hingga Yogyakarta.

Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter mungkin terjadi di Selat Sunda bagian utara, Laut Jawa bagian tengah, perairan utara Jawa Timur hingga Kepulauan Kangean, Laut Sumbawa, Selat Bali, Selat Alas, Selat lombok bagian selatan, serta perairan selatan Bali, hingga Pulau Sumba.

BNPB menyebutkan dampak siklon tropis Cempaka juga telah menyebabkan bencana banjir, longsor, dan puting beliung yang di wilayah Jawa.

Daerah di DI Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo adalah daerah yang paling terdampak karena berjarak paling dekat dengan siklon tropis Cempaka.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan dampak bencana banjir dan longsor tersebut menyebabkan 19 orang meninggal dunia.

Ribuan rumah, ribuan hektare lahan pertanian, dan fasilitas publik rusak dan terendam banjir.

"Kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan triliunan rupiah. Pendataan dampak bencana masih dilakukan BPBD," ujarnya.

(bmkg.go.id/meteo.bmkg.go.id/Antara)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More