Chelsea Islan Menantang Anak Muda Indonesia

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Senin, 27 Nov 2017, 04:16 WIB Hiburan
Chelsea Islan Menantang Anak Muda Indonesia

AFP PHOTO / PHILIPPE LOPEZ

AKTRIS film sekaligus teater Chelsea Elizabeth Islan atau yang akrab dipanggil Chelsea Islan, 22, menantang sekitar 200 anak muda yang berkumpul di Auditorium Perpustakaan Nasional, Medan Merdeka Jakarta, dalam acara Panggung Indonesia 2045 pada hari penutupan Tempo Media Week, Minggu (26/11). "Sekarang saya tanya, apa yang menjadi mimpi kamu sebagai anak muda tentang Indonesia pada 2045?" tanya Chelsea yang kemudian mendapatkan banyak sekali jawaban dari peserta yang hadir. Dia pun menegaskan memilih memegang teguh jati diri bangsa Indonesia.

"Saya sendiri memiliki mimpi sebagai anak muda untuk tetap memegang teguh apa yang menjadi jati diri atau DNA bangsa Indonesia, yaitu DNA keberagaman, DNA kebinekaan, dalam kata yang lain, yaitu jati diri Bhinneka Tunggal Ika," ungkap perempuan kelahiran Washington, 2 Juni 1995 tersebut dengan mantap. Bukan tanpa alasan Chelsea mengatakan itu. Bagi dia, tantangan anak muda Indonesia saat ini berbeda dari tahun-tahun yang lalu, sejak masa 1928, era 1998, dan sekarang. Pada 1928, anak Indonesia--yang mengikrarkan diri berbangsa, bernegara, dan berbahasa satu Indonesia--memiliki tantangan untuk merebut kemerdekaan.

Pun pada 1998, tantangan anak Indonesia ialah tantangan untuk memasuki era demokratisasi setelah 32 tahun mengalami masa kediktatoran. "Sekarang pada era kita, tantangannya ialah soal identitas. Kita, suka tidak suka, sedang ditantang dengan berbagai upaya menggugat identitas kita. Makanya saya memiliki mimpi untuk memegang teguh jati diri kebangsaan kita. Itu yang harus jadi mimpi kita generasi milenial ini," kata Chelsea yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Potensi bangsa
Dia menyebutkan jumlah anak muda Indonesia saat ini yang mencapai 64 juta orang merupakan potensi besar yang dimiliki bangsa ini. Chelsea membandingkannya dengan jumlah penduduk Singapura yang jumlahnya 5,7 juta orang. "Namun, jumlah yang besar tentu saja belum cukup jika tidak diikuti dengan kualitas anak muda kita. Makanya saya juga mengajak agar anak muda Indonesia harus berkarya dan terus mendorong perubahan. Bayangkan, jumlah yang banyak itu jika kita mendorong perubahan positif, kita bisa jauh melesat majunya," ungkapnya optimistis.

Pemain di serial televisi berjudul Tetangga Masa Gitu? itu ingin anak muda memiliki impian dan mau melakukan perubahan. Chelsea sendiri bersama 20 kawannya pada tahun lalu bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda mendirikan sebuah komunitas Youth of Indonesia (YOI) yang beberapa kegiatannya ialah mendorong anak muda berkompetisi dan tentu saja menjaga serta merawat pluralisme dan nilai-nilai kebangsaan lainnya. "Kadang dalam lomba debat, misalnya kita mengajarkan anak muda untuk berani menghargai perbedaan pendapat. Itulah esensi persatuan dalam keberagaman dalam contoh yang kecil dan sederhana," ungkapnya.

Saat ditanya kenapa mau terus berkarya di masyarakat di tengah kesibukan profesionalnya sebagai aktris film, pemain teater itu menegaskan bahwa sebagai generasi muda dirinya ingin terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

"Sebagai anak muda saya bertanggung jawab untuk melakukan perubahan. Berikan kontribusi kita dengan karya-karya yang positif agar bangsa ini maju. Bahkan mungkin tak perlu menunggu 2045, tetapi sekarang dan di sini. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" pungkas Chelsea. Ia pun mendorong anak muda Indonesia agar tidak perlu ragu memilih jalan yang berbeda kalau itu untuk suatu tujuan yang baik. (H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More