Jengkol Tampil Kekinian di Bogor

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Minggu, 26 Nov 2017, 00:16 WIB Kuliner
Jengkol Tampil Kekinian di Bogor

MI/M TAUFAN SP BUSTAN

AROMAnya seketika menusuk ke hidung. Meski begitu, tak satu pun orang di area itu terganggu, mereka malah tampak menyemut di sejumlah stan. Ada yang antre dan ada pula duduk seraya menyantap makanan di atas meja bersama kerabat serta keluarga.

Itulah pemandangan yang terlihat di Food Court Bellanova Country Mall (BCM), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/11). Siang itu orang berbondong-bondong datang dan memadati BCM karena ingin hadir dalam Festival Jengkol Indonesia (FJI) yang digelar pihak mal.

Alasan utama mereka datang karena festival kuliner yang khusus menyajikan makanan berbahan dasar jengkol. Bagi pecinta menu jengkol pasti akan tertarik datang ke festival tersebut.

"Tertarik saja, Mas, apalagi jengkol kan. Ya aku ajak keluargalah untuk datang. Ternyata seru, jengkol emang makanan favorit kami banget," aku salah satu pengunjung FJI, Mila Wati, di lokasi acara.

Di tempat yang sama, penggagas FJI dari Green Spot Healty Food Cafe Cibinong, Dwi Kartika Putri, menuturkan FJI yang digelar selama tiga hari sejak Jumat (17/11) itu tidak lain untuk lebih memperkenalkan aneka macam olahan makanan berbahan jengkol tidak hanya stagnan di semur jengkol.

Namun, lanjutnya, melalui FJI pengunjung bisa menyaksikan seraya menyantap olahan pelbagai jenis kuliner berbahan dasar jengkol yang diolah dengan kekinian.

Di FJI ada 12 olahan masakan yang semuanya berbahan dasar jengkol, di antaranya hamburger isi jengkol, steik jengkol, satai jengkol, somay dan batagor jengkol, dan spageti jengkol. Selama festival kurang lebih 350 kilogram jengkol habis diolah untuk berbagai resep tersebut. Untuk hamburger, di dalam tumpukan roti bukan lagi terlihat daging, melainkan jengkol dibalut saus lada hitam, timun, selada, dan campuran beberapa pemanis lainnya.

Sepintas orang akan mengira isiannya adalah daging. Namun jika memakannya, pasti akan terkejut kalau tumpukan roti itu mengapit jengkol yang telah diolah khusus.

Jengkol dalam isian hamburger sengaja diolah kasar kemudian dipanggang sehingga masih tampak itu adalah jengkol yang berpadu dengan segarnya sayuran. "Soal rasa lumayan karena tekstur jengkolnya terasa banget kalau dicampur bumbu lada hitam dan bumbu lainnya," tambah Dwi.

Selain hamburger, satai jengkol juga sangat menggoda selera pengunjung di acara tersebut. Jengkol yang telah menjadi dua bagian ditusuk menggunakan bambu kemudian dibakar layaknya satai hingga matang. Setelah dibakar matang, baru ditaburi bumbu-bumbu khusus, bawang goreng, dan saus lada hitam yang kental. "Rasanya tetap orisinal jengkol, tetapi lebih gurih dan sedikit pedas karena bumbu kacangnya bercampur saus pedis dan mayones," lanjutnya.

Pada steik jengkol yang merupakan pesanan andalan pengunjung sejak awal FJI dibuka hingga berakhir, diolah bersama tepung dan perpaduan pelbagai bumbu khusus. Sepintas layaknya steik yang menggunakan daging ayam, tetapi jika dimakan akan ketahuan itu adalah jengkol.

"Pada menu ini jengkol begitu mendominasi, kemudian dipercantik dengan tambahan potongan wortel, jagung, saus, mayones, dan bumbu kacang. Secara keseluruan rasanya tetap khas jengkol, tetapi tambahan bumbu-bumbu itu membuat sedikit berbeda. Belum lagi bentuknya, pokoknya enak deh," ujar Dwi. Dari belasan olahan masakan berbahan dasar jengkol ini, panitia tidak mematok tinggi harganya. Dimulai harga termurah Rp8.000 hingga Rp25 ribu per porsi.

Baik buat kesehatan

Jengkol (Archidendron pauciflorum/A jiringa), atau jering, menurut literatur, adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bangsa Barat menyebutnya sebagai dog fruit.

Selain Indonesia, orang Malaysia, (disebut jering), Myanmar (da nyin thee), dan Thailand (luk-nieng juga mengonsumsi jengkol.

Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urine setelah diolah dan diproses pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan baik untuk kesehatan jantung.

"Jengkol memang dapat menangkal beberapa penyakit, seperti kanker, jantung koroner, anemia, tulang keropos, dan menangkal penyakit tubuh lainnya," jelas Dwi. Namun, masih menurut literatur, jengkol bersifat diuretik dan sedikit beracun karena adanya kandungan asam jengkol. Asam amino dalam jengkol dapat menyebabkan djenkolism (keracunan biji jengkol).

"Di Amerika sudah ada penelitian jengkol karena kandungan protein dan zat besi serta zat lainnya di jengkol itu sangat ampuh. Soal aroma memang kurang enak, tapi kalau sudah diolah seperti menu-menu ini pasti menarik siapa saja ingin mencobanya," tegas Dwi. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More