Vicenza Menghidupkan Sentuhan Personal

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 24 Nov 2017, 12:00 WIB Katalog Belanja
Vicenza Menghidupkan Sentuhan Personal

MI/ADAM DWI

Produsen produk porselen dan peralatan dapur Vicenza untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang pameran internasional makanan dan minuman Salon International d’almentation (SIAL) Interfood 2017 di Jakarta International Expo. Dalam pameran yang berlangsung hingga besok itu, merek yang dinaungi PT Rindang Sakti Damai tersebut berupaya mengenalkan produk-produk custom made, alias bisa dibuat personal sesuai keinginan konsumen.

Menurut General Manager Vincenza Hanny, Vicenza sudah memasuki pasar custom made sejak satu dasawarsa lalu. Kebanyakan bagi keluarga yang ingin memiliki perangkat makan yang unik dan tidak pasaran.

“Produk kita semua bisa custom made. Hampers dan piring, misalnya. Tapi, tidak banyak orang yang tahu itu,” katanya saat ditemui di sela pameran, di Jakarta, kemarin.

Saat ini, imbuh Hanny, pihaknya ingin memperkenalkan produk custom made secara lebih luas. Dengan produk custom made, lanjutnya, konsumen bisa benar-benar merasa unik dengan sentuhan personal.

“Walaupun itu biasanya untuk keluarga, tapi kita juga welcome banget untuk kebutuhan hotel dan restoran. Sederhananya, kita ingin menampilkan bahwa kita bisa membuat produk custom made,” kata dia.

Selain untuk pemakaian sendiri, produk-produk custom made Vicenza juga cocok untuk dimanfaatkan sebagai buah tangan.

Hanny mengemukakan, pihaknya ingin sekali mengajak publik untuk menghidupkan kembali tradisi tata krama Indonesia yang sekarang terkikis tersebut, menampilkan buah tangan sebagai simbol terima kasih atau bahkan ucapan permintaan maaf.

“Kalau diajak makan malam kan kita harus bawa sesuatu. Atau sekarang, orang bikin salah, cuma sekadar bilang sorry. Tapi truly sorry dari hati kadang tidak bisa hanya dari mulut. Misalnya, saya menyinggung perasaan seseorang, lalu saya tahu dia suka cokelat. Saya bisa ungkapkan maaf dengan cokelat dan cangkir. Niatnya bukan mau nyogok, tapi niatan baik,” jelas Hanny.

Dirinya mengatakan ajakan untuk menghidupkan kembali budaya tata krama tersebut diarahkan antara lain kepada generasi milenial. “Misalnya, untuk mengucapkan terima kasih kepada guru. Bisa kasih bunga sebatang, cangkir dan piring satu. Itu tidak mahal, pasti mereka suka. Dan, itu yang sekarang hilang, sentuhan personal. Kita mau kasih pengingat ke orang-orang,” pungkasnya.

Internasional
Adapun SIAL Interfood 2017 merupakan pameran makanan dan minuman skala internasional yang menghadirkan 825 perusahaan dari 32 negara. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak pada beragam sektor makanan dan minuman. Mulai dari perangkat sajian dan memasak seperti Vicenza sampai produk makanan seperti susu dan telur, daging dan unggas, makanan laut, produk bakery, makanan kalengan, makanan organik, dan sebagainya.

Dari catatan Kementerian Pariwisata, jumlah partisipan yang mengikuti ekshibisi tersebut naik 12% dari tahun lalu. Lebih lanjut, terdapat setidaknya 50 ribu pengunjung yang mendaftarkan diri via kanal daring untuk hadir.

Menurut Kepala Komite SIAL Interfood 2017 Daud Salim, pada penyelenggaraan kali ke-17 ini, SIAL Interfood tidak sekadar menghadirkan pameran, tapi juga berbagai kompetisi kuliner, seperti membuat gelato, memasak, barista, juga penyajian makanan. (S-2)

dhika@mediaindonesia.com

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More