Australia Ratapi Kepergian Malcolm Young

Penulis: adiyanto Pada: Minggu, 19 Nov 2017, 14:27 WIB Seni
Australia Ratapi Kepergian Malcolm Young

AP/Eduardo Verdugo

PULUHAN ribu orang dari penjuru dunia membanjiri halaman facebook milik band rock Australia AC/DC. Mereka berbela sungkawa atas berpulangnya salah satu gitaris band tersebut, Malcom Young yang tutup usia pada Sabtu (18/11). Duka yang sama juga dirasakan warga Australia, khususnya fans berast band tersebut.

Young, 64, wafat setelah lama mengidap demensia. Young mendirikan AC/DC bersama saudaranya Angus Young yang juga menjadi gitaris band tersebut. Album perdana mereka High Voltage yang rilis 1976 mampu menyengat publik kala itu dan melambungkan band tersebut di kancah internasional. Sejak saat itu, AC/DC seolah menjadi ikon Australia dalam industri kreatif, khususnya musik.

Hingga saat ini, AC/DC sedikitnya telah merilis 16 album studio dan telah menjual 200 juta keping rekaman. "Mereka luar biasa spesial. Mereka menjadi bagian industri musik Australia. Mereka tampil sebagai pahlawan ketika negeri ini sedang membutuhkannya,"' ujar sejarawan musik Australia, Glen A Baker kepada stasiun televisi ABC, seperti dikutip AFP, Minggu (19/11).

Seperti halnya Van Halen yang punya ciri khas dari sound gitar yang dimainkan Eddie van Halen, AC/DC pun demikian. Mereka punya sound yang kasar dari raungan gitar yang dimankan Angus dan Malcom. "Arsitek sound tersebut adalah Malcolm, sang rhythm guitarist yang menulis hampir semua lagu milik band tersebut,''sebut Baker.

"Sangat sedih mendengar kepergiannya. Buat saya pribadi, dialah gitaris terhebat sepanjang masa," ujar musisi berdarah Australia, Keith Urban.

"Terima kasih untukmu dan saudaramu yang telah mengubah hidup saya lewat musik yang kalian mainkan," tulis salah seorang fan di laman facebook AC/DC. (E-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More