Hari Jadi, Suara Hati, dan Toleransi

Penulis: */X-7 Pada: Sabtu, 18 Nov 2017, 23:31 WIB Hiburan
Hari Jadi, Suara Hati, dan Toleransi

DOK. RESONANZ.COM

SETELAH melewati 12 kali revisi, naskah drama musikal Suara Hati karya Reh Fransisca akhirnya menjadi sebuah pertunjukan yang digelar pada Sabtu-Minggu (18-19/11) di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Drama musikal tersebut mengisahkan Alena (diperankan Anna Felita Ekaputri), seorang penyanyi yang tergabung dalam Suara Sagita Choirs.

Alena merasa gundah karena ditinggal sang pelatih sekaligus konduktor yang pergi ke West End, London. Padahal, dalam beberapa bulan terakhir itu, Alena sedang belajar menjadi konduktor yang baik agar kelak menjadi konduktor kelas dunia.

Suatu hari, selagi Alena bernyanyi sambil bermain piano dengan ekspresif, di ruang musik sekolahnya, masuklah Bayu (Bimashakti N Ksatriya). Bayu bersembunyi dari kejaran teman sekolahnya, Ronnie 'The Rocker' (Antonio Krisanto). Bayu di-bully Ronnie dan gengnya karena anak penjual jamu.

Sejak saat itu pula Bayu dan Alena menjadi sahabat. Alena memperkenalkan Bayu yang ternyata memiliki suara indah dan suka musik klasik ke Suara Sagita Choirs. Bayu diminta Alena untuk mengikuti audisi dan lulus, kemudian diterima menjadi anggota Suara Sagita Choirs.

Sementara itu, Ronnie merasa tersiksa karena harus membungkam suara hatinya sekaligus menyembunyikan minatnya terhadap musik klasik dari sang ayah yang otoriter. Sang ayah menghendaki Ronnie untuk menekuni bidang lain.

Drama musikal Suara Hati, menurut pendiri dan pengasuh TRCC Avip Priatna, sudah disiapkan sejak tahun lalu. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi kado ulang tahun ke-10 TRCC.

Paduan suara anak tersebut pada awal Oktober lalu sukses meraih juara pertama kategori Children's Choir, Public Audience Award, sekaligus meraih juara umum dalam ajang 49th Tolosa Choral Contest di Spanyol. TRCC lalu bekerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya dan mengadakan Eki Dance Company menggarap pertunjukan Suara Hati.

Sementara itu, lagu-lagu yang dilantunkan dalam drama musikal tersebut digarap komposer Elwin Hendrijanto dan dibawakan Jakarta Concert Orchestra (JCO) bersama konduktor Avip sendiri. Pemain dramanya diarahkan sutradara Wawan Sofwan. Menurut Fransisca, inti dari cerita drama musikal Suara Hati itu adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ia menginginkan penontonnya paham akan adanya persatuan di dalam perbedaan.

"Benang merahnya dari perbedaan adalah satu, yaitu maju bersama. Setelah mendapat benang merah itu, saya kemudian lihat mereka latihan lagi. Saat itu, saya melihat anak-anak begitu semangat. Pasti ada dorongan dalam diri mereka yang membuat mereka bertahan sejauh ini, yaitu dorongan hati atau suara hati, kemudian jadilah judul itu," jelas Sisca.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More