Mantan Dubes Unesco Marsetio Donosepoetro Berpulang

Penulis: MICOM Pada: Sabtu, 18 Nov 2017, 15:46 WIB Humaniora
Mantan Dubes Unesco Marsetio Donosepoetro Berpulang

Ist

MANTAN Rektor Universitas Airlangga Surabaya dan Duta Besar Indonesia untuk Unesco Prof Dr dr Marsetio Donosepoetro, meninggal dunia di kediamannya di Jl. Dharmawangsa 27 Surabaya, Sabtu (18/11) di usia 87 tahun.

Anak kedua almarhum, dr Erwin Ramawan (55) mengatakan kesehatan ayahnya memburuk dalam beberapa bulan terakhir dan harus beberapa kali masuk rumah sakit. "Dua bulan yang lalu tidak suka makan hingga kondisi menurun. Juga terjadi radang paru. Setelah itu bapak keluar dari rumah sakit dan sehat, lalu merasa lemas saya minta dibawa ke RS tidak mau, tapi ternyata meninggal di rumah di Surabaya," ungkapnya.

Erwin menceritakan, sosok mendiang ayahnya adalah seorang yang disiplin, soleh, tidak terlalu banyak berbicara, tidak terlalu banyak memberikan omongan wejangan, namun ditunjukkan dalam tindakan dan perilaku. Selain itu, ayahnya ia kenang sebagai orang yang sangat mengedepankan akhlak, tidak pernah memusuhi, tidak pernah membuka suatu yang jelek.

"Pada akhir hayat, beliau tak terlalu banyak meminta. Bukan tipe orang yang ingin diperhatikan. Orang yang mendahulukan orang lain," tutur Erwin.

Sebelum meninggal dunia, Prof Marsetio, kata dia, tidak ada pesan-pesan terakhir, tapi hanya pesan bersifat internal keluarga. "Tidak ada wejangan khusus. Beliau hanya senang melihat cicitnya. Saya berkali-kali minta untuk pindah ke kediaman, tapi dia tidak berkenan karena merasa kediaman ini tempatnya meniti karir," ujarnya.

Prof Marsetio adalah Rektor Unair tahun 1980-1985. Pada tahun 1986-1990 ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Unesco. Pada tahun 1990-1995 menjadi Ketua Komisi X DPR RI. Setelah itu kembali ke Surabaya untuk mengajar di Unair.

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak laki-laki, lima cucu dan dua cicit. Almarhum Prof Marsetio rencananya akan disemayamkan di Rektorat Unair pada hari Minggu (19/11) pada pukul 08.00 untuk mendapat penghormatan dari sivitas Unair, sebelum dimakamkan di TPU Keputih Surabaya pada pukul 09.00.(Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More