Turki Kecam AS yang Dukung Persekongkolan IS Diberi Ruang Hidup

Penulis: MICOM Pada: Rabu, 15 Nov 2017, 10:20 WIB Internasional
Turki Kecam AS yang Dukung Persekongkolan IS Diberi Ruang Hidup

AFP/ADEM ALTAN

PERDANA Menteri Turki Binali Yildirim mengecam sikap AS yang mendukung kesepakatan yang dicapai antara Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dan IS di Ar-Raqqah, Suriah yang masih memberi ruang hidup IS. AS dinilai meletakkan kebijakan mendua terhadap eksistensi IS.

"Sebagian telah mengizinkan (pelaku teror IS) meninggalkan Ar-Raqqah dengan membawa senjata mereka dan bukan menghapuskan mereka dari kota tersebut," kata Yildirim selama pertemuan kelompok Partai Pembangunan dan Keadilan
(AKP) di Parlemen di Ankara, Selasa (14/11).

"Satu kelompok teror meninggalkan Ar-Raqqah dan satu lagi tinggal di dalamnya. Ini kah kebijakan rasional kalian?" demikian pertanyaan Yildirim.

Yildirim menegaskan bahwa Turki telah berulangkali memperingatkan AS "agar tidak bekerjasama dengan kelompok teror guna memerangi kelompok teror lain." Ia mengatakan itu tidak pantas buat semua negara.

Untuk diketahui, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didukung AS dan didominasi oleh anggota cabang kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah --Partai Uni Demokratik (PYD) dan sayap bersenjatanya, YPG, mengumumkan pembebasan Ar-Raqqah, yang pernah menjadi "Ibu Kota" IS pada 17 Oktober.

Satu laporan BBC pada Senin mengatakan satu kesepakatan rahasia antara SDF dan IS membantu ribuan petempur Suriah dan asing serta keluarga mereka menyelamatkan diri dari Ar-Raqqah dengan membawa senjata dan amunisi
mereka.

Menurut laporan tersebut, rombongan pengungsian itu terdiri atas hampir 50 truk dan 13 bus, selain lebih dari 100 kendaraan milik petempur IS. Sepuluh truk berisi senjata dan amunisi.

Menanggapi kritik dari Turki itu, Juru bicara Pentagon mengatakan bahwa kesepakatan tersebut adalah bagian dari "penyelesaian lokal bagi masalah lokal" dan Washington menghormatinya.(Ant/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More