Jokowi Sebut ASEAN dan India Generator Ekonomi Dunia

Penulis: Antara Pada: Selasa, 14 Nov 2017, 20:59 WIB Internasional
Jokowi Sebut ASEAN dan India Generator Ekonomi Dunia

Setpres

PRESIDEN RI Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 ASEAN-India menyebutkan negara-negara anggota ASEAN dan India sebagai generator ekonomi dunia.

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri KTT ke-14 ASEAN-India yang dilaksanakan di Philippine International Convention Center (PICC) di Manila, Filipina pada Selasa (14/11).

ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar, yakni pasar bersama yang mencapai dua miliar orang dan total produk domestik bruto (PDB) yang mencapai US$4,5 miliar. Oleh karena itu, menurut Jokowi, ASEAN dan India selayaknya dapat menjadi salah satu generator ekonomi dunia.

"Namun, neraca perdagangan dan investasi kita masih jauh dari optimal," ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi kemajuan kerja sama kemitraan ASEAN-India selama 25 tahun. Kemajuan itu dipandang sebagai momentum untuk mendorong penguatan kerja sama menuju puncak perayaan KTT Peringatan 15 tahun ASEAN-India pada tahun depan.

"Saya ingin menggarisbawahi optimalisasi kerja sama ekonomi ASEAN-India sebagai prioritas bersama," kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, optimalisasi kerja sama ekonomi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk melalui percepatan penyelesaian Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

"Keberhasilan RCEP mengirimkan pesan kuat bahwa integrasi ekonomi dapat menghasilkan manfaat bagi semua," tuturnya.

Namun, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa hingga kini dunia masih terus dibayangi ketidakpastian dan banyak tantangan baru di kawasan.

Untuk itu, ASEAN dan India perlu memperkuat kerja sama penguatan arsitektur keamanan kawasan dan kerja sama maritim termasuk melalui EAS (East Asia Summit) dan IORA di Samudra Hindia, dan penyelesaian ASEAN-India Maritime Transport Agreement, ujar Presiden Jokowi. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More