Sensasi Adu Drift Kelas Dunia

Penulis: Fario Untung Tanu Pada: Minggu, 12 Nov 2017, 06:16 WIB Gaya Urban
Sensasi Adu Drift Kelas Dunia

MI/Rommy Pujianto

ASAP dan suara decitan ban riuh terdengar begitu mobil-mobil memasuki arena balap yang mengambil tempat di arena parkir JI Expo, Kemayoran, Jakarta. Bukan saja jenis sedan, ada pula truk yang sudah dimodifikasi ikut ambil bagian dalam ajang Intersport World Stage, Minggu (5/11) itu.

Ditambah dengan warna cat kuning cerah dan merah serta pelek racing, mobil pikap itu sukses mencuri perhatian penonton. Tepuk tangan bergema mengiringi aksi drift mobil di antara jajaran kontainer dan alat berat.

Senyum pun terkembang di wajah Muhammad Irdam, pria di belakang kemudi pikap itu. Drifter asal Bandung itu kemudian menunjukkan ia tidak hanya unggul dalam memodifikasi dan mendandani mobil. Ia mampu menyelesaikan tantangan memutari kontainer 360 derajat sebanyak empat kali dengan teknik drift. Catatan waktunya tuntas di 47,7 detik.

"Muterin kontainer tadi paling sulit. Karena tempat drift-nya mepet dan kecil banget sehingga kalau salah sedikit pasti nabrak," ucap Irdam saat ditemui Media Indonesia.

Kualitas tantangan ajang drift ini bukan hanya dirasakan drifter dalam negeri. Drifter papan atas atau biasa disebut Drifter King, asal Jepang, Masashi Yokoi mengakui hal yang sama.

"Sangat menantang karena lintasannya pendek dan kecil serta jarak bangku penonton dengan lintasan sangat dekat sehingga saya harus benar-benar hati-hati saat melakukan drift," tutur Yokoi.

Pria yang menggeluti olahraga drift sejak usia 18 tahun itu mengaku senang dengan tantangan yang diberikan kompetisi di Jakarta ini. Terlebih susunan tantangan yang menggunakan alat berat dan kontainer belum pernah ia hadapi.

"Susunan obstacle-nya sangat sempit sekali, terus obstacle-nya juga bervariasi seperti ada kontainer, kendaraan alat berat, jadi sangat menarik dan menantang untuk saya. Ditambah cuaca di sini yang cukup panas sehingga perlu ban yang juga berbeda ketika saya drift di Jepang," sambungnya.

Yokoi yang datang tanpa membawa kendaraan dari negaranya itu mengaku tak masalah menggunakan mobil yang sudah disiapkan. Pasalnya, ia juga mendalami seluk-beluk mesin kendaraan.

"Kalau masalah mobil bagi saya tidak masalah karena saya seorang mekanik sehingga bisa mengganti sesuai dengan keinginan saya. Yang penting saya bisa cepat beradaptasi dengan lintasan, itu saja," jelasnya.

Selain itu, sebelum datang ke Jakarta, Yokoi mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, di antaranya melihat cara dan teknik drift dari para calon lawan khususnya drifter andalan Tanah Air Emmanuelle Amandio.

"Sebelum datang ke sini saya sudah nonton drifter Indonesia di video supaya tidak kalah. Apalagi ada drifter Emmanuelle, dia merupakan drifter yang sangat bagus," ucap Yokoi yang menduduki peringkat ketiga dalam ajang adu drift pembalap Indonesia versus internasional itu.

Kehadiran para drifter internasional ini sukses membuat ajang tersebut makin menarik. Penonton tidak hanya disuguhi atraksi drift, tapi juga persaingan yang sesungguhnya.

Mengenali lintasan dan kendaraan

Emmaulle Amandio sepakat dengan Yokoi. Pria yang telah 10 tahun menjadi seorang drifter ini mengaku sampai beberapa kali menjajal lintasan. Hal ini memang diperbolehkan bagi para drifter.

"Saya sudah mencoba lintasan ini sehari sebelum acara ini dimulai. Pas acara dimulai pun saya masih coba melewati lintasan sampai benar-benar hafal setiap jengkalnya," aku Emmanuelle.

Selain itu, dirinya sangat mengutamakan konsentrasi dan fokus selama berada di dalam mobil. Hal ini mutlak dilakukan karena kehilangan fokus dalam beberapa detik saja bisa berakibat fatal.

Sementara itu, Muhammad Irdam mengatakan kunci sukses drifter juga terletak pada pengenalan karakter kendaraan yang digunakan. Hal tersebut ia rasakan sendiri saat berganti dari sedan ke pikap. "Awalnya memang drift pakai mobil sedan biasa. Akan tetapi, pas latihan di Bandung, ada teman saya yang drift pakai pikap, saya coba dan langsung tertarik juga," tutur Irdam.

Lebih lanjut, Irdam mengatakan perbedaan mengendarai mobil drift biasa dengan pikap adalah posisi duduk, rem tangan, dan bentuk dari mobil itu sendiri. Menurutnya, mengendarai pikap lebih sulit ketimbang mobil drift pada umumnya. Itu terjadi karena posisi rem tangan dan posisi duduk yang lebih tinggi. Namun, tantangan-tantangan inilah yang membuat drift menjadi olahraga yang mengasyikkan sekaligus menghibur. (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More