Tantangan Generasi Kedua

Penulis: Galih Agus Saputra Pada: Sabtu, 11 Nov 2017, 23:31 WIB MI Muda
Tantangan Generasi Kedua

Dok. Pribadi

Berkolaborasi dengan orangtua buat meneruskan bisnis keluarga juga punya tantangan sama banyaknya dengan mereka yang merintis bisnis sendiri. Ada persoalan komunikasi, selisih pengalaman, hingga ego yang mesti dicari solusinya setiap hari.

Yuk kenalan dengan Natasha Cinta Vinski, dokter lulusan Universitas Kristen Indonesia yang disumpah pada usia 24 tahun. Natasha kini meneruskan bisnis klinik antipenuaan, pun mengelola usaha penjualan helikopter. Yuk, simak obrolan Muda dengan Natasha!

Natasha, kenapa helikopter?

Sebenarnya ini salah satu bisnis yang dikelola almarhum papa. Dulu, papa tidak terlalu fokus di bisnis ini. Nah, sekarang ini, saya melihat prospeknya bakalan lebih baik. Bagus banget malah. Apalagi, kalau melihat keadaan sekarang, Jakarta sering macet, juga banyak perusahaan di Indonesia yang terletak di tengah hutan sehingga susah untuk diakses. Maka dari itu, sekarang saya berusaha untuk memajukannya.

Bahkan, bisnis ini sebenarnya cukup bagus untuk wilayah Asia. Seperti yang kita tahu, jenis bisnis dan keadaan geografisnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Jadi menurut saya, sekarang ini kendaraan yang paling dibutuhkan adalah helikopter.

Pembelinya dari mana saja?

Sebenarnya dari seluruh dunia ada. Cuma, sekarang ini, yang paling banyak ada di tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Monako. Kustomer di Indonesia cukup tinggi karena banyak pengusaha menginginkan transportasi yang cepat. Jadi, kalau mereka membuat perusahaan di tengah hutan, yang biasanya kalau naik mobil bisa memakan waktu lebih dari 5 jam, kalau pakai helikopter paling cuma butuh waktu kurang lebih 15 menit.

Ini kamu jual-beli, atau jual saja, atau rental juga?

Jual saja. Kami jual yang baru, diproduksi Amerika Serikat, Perancis, Italia, dan Inggris. Ada yang spesial juga dari perusahaan kami, yaitu metode pembayarannya. Jadi, kami memberikan metode pembayaran yang lebih ringan ketimbang pembayaran seperti, ketika ada orang yang membelinya secara langsung.

Rental untuk sekarang ini belum. Meskipun ada orang yang bersedia mengeluarkan uang, dengan cara seperti itu sebenarnya pengeluaran lebih tinggi. Apalagi kalau sering menyewa. Misalnya, dalam sebulan ada orang sewa helikopter lebih dari 10 kali, kalau ditotal kan jadi lebih mahal. Kalau sekali-kali sih tidak apa-apa ya, contohnya ada orang berlibur di Bali, terus dari Kuta ingin ke Buleleng, bisa juga sewa helikopter terus terbang.

Sejak kapan kamu menjalankan bisnis ini?

Awal tahun ini, lebih tepatnya sih sejak Januari. Perusahaannya sebenarnya sudah lama berdiri, cuma sekarang ini saya melakukan pembaruan di dalamnya. Namanya juga baru, Aeroqueen. Saya kasih nama seperti itu agar ada kesan atau sentuhan perempuannya. Biar orang-orang itu juga tahu, yang punya perusahaan perempuan lo ha ha ha!

Agenda pengembangan bisnis ini?

Saya juga ingin jualan pesawat, sudah ada sih kliennya. Kalau untuk jenis pesawatnya sendiri Boeing Dreamliner. Rencananya juga pakai Aeroqueen perusahaannya.

Sekarang ini banyak sekali bisnis yang ka­mu kelola, pernah kesulitan mengatur waktu atau merasa kehilangan masa muda?

Kalau merasa kehilangan masa muda sih tentu tidak. Malah saya merasa senang bisa rise setinggi ini, dengan usia saya yang sekarang. Semua hal di dunia ini ternyata bisa diatur, terutama waktu.

Jadi, saya atur jadwal bisa tiap minggu, tiap bulan atau tiap tiga bulan, semuanya harus diatur dengan baik.

Ada waktu buat main?

Hari ini juga ada janji untuk jalan sama teman-teman. Tapi itu semua juga sudah terjadwal sebelumnya.

Hobi kamu?

Boxing karena saya anak perempuan satu-satunya. Jadi harus bisa jaga diri sendiri dong tentunya. Wall climbing saya juga suka, cuman mama sering khawatir. Jadi saya suka sembunyi-sembunyi mainnya ha ha ha!

Ceritakan juga dong tentang bisnis klinik antipenuaan?

Kami menyebutnya Vinski Tower, teknologi­nya juga sudah dikembangkan lebih banyak lagi. Mulai terapi sinar ultraviolet (UV) dan terapi ozone, semuanya sudah tersentralisasi di sini. Tersedia laboratorium, termasuk Pusat Bedah Plastik (Plastic Surgery Center).

Metode pemasarannya pun tentu sudah berbeda. Karena sekarang teknologi informasi sudah banyak berkembang, dan sudah ada media sosial juga. Itu semua pasti kita manfaatkan.

Sebagai generasi muda, kita harus kuat cara berpikirnya. Berpikir lebih cepat, geraknya pun harus lebih cepat. Sekarang ini, Vinski Tower sudah kekinian. Tapi, kemajuannya juga tetap didukung dengan teknologi yang dikembangkan para ahli senior. Ada para senior di Vinski Tower, juga dari World Council of Preventive, Regenerative, and Anti Aging Medicine (WOCPM). Kami gabungkan semua ilmu-ilmu dari para ahli, untuk kemajuan yang lebih baik. Dan yang paling saya suka dari Vinski Tower ialah penanganan anti­aging atau antipenuaan.

Kamu juga praktik di Vinski Tower?

Sebenarnya, saya di sini kan berperan sebagai CEO, dan tentu lebih banyak ber­urusan dengan bisnis. Tapi, berhubung saya sendiri juga seorang dokter, saya juga harus mengembangkan ilmu yang saya miliki untuk dihadirkan di Vinski Tower.

Selain itu, aku mendirikan Love Humanity by NCV, singkatan nama aku. Sampai sekarang masih berjalan, dan akan mempersiapkan acara yang cukup besar tahun depan.

Harapannya, dari sini semoga dapat memberikan dampak yang besar, yang bisa membantu orang dalam jumlah besar juga. Fokusnya sih di bidang pendidikan dan kesehatan.

Saya ingin, minimal sekali dalam setahun, ada pengobatan gratis, sunatan massal, dan operasi bibir sumbing secara massal. Itu semua tidak sulit, karena berasal dari kedokteran, banyak teman sejawat yang bersedia berperan serta.

Kalau untuk pendidikan, berhubung dulu waktu berusia 17 tahun belum ada sekolah gratis, saya memberikan bantuan sekolah gratis. Tapi, sekarang sudah ada sekolah gratis, jadi saya akan membantu donasi buku, atau seragam. Itu akan sangat berguna bagi yang membutuhkan.

Ke depan, ada rencana untuk studi lanjutkah?

Ada, saya S-2-nya mau ambil bisnis. Kemungkinan mulai tahun depan, sekitar bulan Mei.

Pesan kamu untuk anak muda di Indonesia?

Bangkit dan bergerak! Saya percaya kesuksesan bisa diraih siapa saja. Kuncinya, jangan takut untuk maju. Bermimpilah setinggi langit dan jangan pernah menyerah.

Kamu kan meneruskan bisnis ibu kamu, Debby Vinski, dokter kecantikan dan pebisnis, bagaimana jika ada yang nyinyir karena menganggap jalan kamu semulus tol?

Kesuksesan orangtua saya itu jadi pemicu buat saya berkarya lebih baik dari apa yang mereka hasilkan. Kesuksesan saya juga tak lepas dari doa orangtua. Yang saya lakukan sekarang menghasilkan kesuksesan diri saya sendiri. Saya yakin tidak ada hasil yang mengkhianati kerja keras. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More