Cara Seru Mencintai Pohon

Penulis: Fario Untung Tanu Pada: Minggu, 05 Nov 2017, 06:01 WIB Gaya Urban
Cara Seru Mencintai Pohon

DOK. TREE CLIMBERS INDONESIA

PERLAHAN tapi pasti, Ahdi Muhtadin terus merayap naik ke puncak pohon sengon setinggi 25 meter itu. Tidak hanya mengandalkan kekuatan otot tangan dan perut, ia melengkapi diri dengan seperangkat alat yang mirip dengan para pemanjat dinding. Tali-temali ia sangkutkan dari satu dahan ke dahan lainnya.

Begitu target tujuan tergapai, rasa puas dan bangga menyerbu dirinya. Selain untuk penelitian tentang biji sengon yang berada di pucuk pohon, kegiatan memanjat pohon memang menjadi ketertarikan tersendiri bagi Ahdi.

"Kecintaan pada alam, khususnya pohon sudah muncul sejak 2004, saat saya berkuliah di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB). Saya menyadari betul pentingnya keberadaan dan pelestarian pepohonan di Indonesia," tuturnya kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (31/10).

Ahdi menyadari ia tidak sendiri yang memiliki minat terhadap pelestarian pohon. Di sisi lain, ia menyadari kegiatan memanjat pohon atau eksplorasi tajuk dapat menjadi kegiatan yang menantang dan mengasyikkan.

Berangkat dari ia mendirikan komunitas pemanjat pohon, Tree Climbers Indonesia (TCI) dan kini menjabat ketua. "Saya mendirikan TCI ini untuk menjadikan wadah para pemuda pemudi yang mempunyai misi ketertarikan terhadap lingkungan, khususnya eksplorasi tajuk. Selain itu tentunya juga menjadikan kesempatan ini sebagai ajang berolahraga," sambungnya.

Sebagai sebuah olahraga, tree climbing dipastikan dapat melatih berbagai otot tubuh seperti tangan, kaki dan perut. Pasalnya, ketika Anda berusaha menaikkan tubuh ke tempat yang lebih tinggi, sangat diperlukan kekuatan ekstra pada otot tangan dan perut.

Bukan hanya kesiapan fisik, memanjat pohon tentunya membutuhkan nyali besar dan kesiapan peralatan dan teknik. Salah satu teknik yang perlu dikuasai ialah teknik melempar tali untuk disangkutkan ke dahan pohon. Pemanjat harus dapat mengidentifikasi dahan yang tepat untuk menjadi tempat pengaitan tali tersebut.

Menyatu ke alam

Salah satu anggota TCI, Ainur Rahman, mengatakan banyak nilai positif yang didapat selama dirinya menggeluti olahraga panjat pohon ini. Selain melakukan aktivitas olahraga, ia bisa merasa lebih dekat dan menyatu ke alam.

Pasalnya, selain hobi panjat pohon, Ainur kerap melakukan berbagai penelitian satwa yang saat ini dilindungi karena sudah masuk kategori menjadi satwa langka.

"Kebetulan karena saya lulusan fakultas kehutanan, saya sering mengamati berbagai satwa seperti Owa Jawa yang hidupnya di atas pohon. Maka kemungkinan besar pakannya berada di atas sehingga perlu dilakukan pemanjatan buat kita mengetahui jenis pakan apa yang dikonsumsi," tutur Ainur.

Selain itu, karena merasakan banyak manfaat olahraga dan pengetahuan dari panjat pohon, Ainur kerap mengamati spesies elang jawa dan orang hutan yang banyak bersarang di atas pohon tinggi. "Sehingga banyak juga manfaat bagi tubuh yang didapat seperti sensasi yang berbeda saat kita berhasil sampai puncak. Ketika berada di atas juga kita bisa melatih ketakutan akan ketinggian," sambungnya.

Sebagai sebuah fungsi ilmu pengetahuan, kegiatan panjat pohon dapat mendukung upaya pelestarian hutan karena dapat membuka wawasan kepada kondisi tutupan lahan dan mengetahui dunia kanopi yang merupakan tempat awal mulanya perkembangan biakan sebuah pohon. "Karena tree climbing dapat mempermudah pengunduhan biji, pembuatan herbarium, pengukuran fotosintesis, inventarisasi satwa liar, dan masih banyak lagi," jelas Ahdi.

Saat berada di atas pohon, baik Ainur maupun Ahdi mengaku bisa merasakan dunia yang berbeda. Mereka ibarat menjadi burung dan bisa melihat alam dari sudut pandang yang lain.

Identifikasi

Di sisi lain, Ainur mengakui banyaknya kesulitan yang harus dihadapi oleh pemula pemanjat. Salah satunya mengidentifikasi pohon yang layak dipanjat. "Survei itu hal yang utama karena kita harus mengetahui karakteristik pohon yang akan kita panjat. Jangan sampai kita pasang alat di pohon yang batang atau cabangnya rapuh," jelas Ainur.

Seorang climber juga harus memperhatikan jenis hutan yang hendak dipanjat. Khususnya hutan di Indonesia yang termasuk hutan tropis dengan vegetasi yang rapat sehingga kerap menyulitkan pemanjat untuk pemasangan pengait. Kemampuan identifikasi harus dilatih terus-menerus untuk menghindari kesalahan yang bisa berakibat fatal. (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More